Ikuti Choacing Klinik Festival Film Purbalingga, Sineas MAN 2 Banjarnegara Siap Berkarya

Banjarnegara (Humas) – Empat peserta didik dan pembina ekstrakurikuler sinematografi MAN 2 Banjarnegara ikuti kegiatan Coaching Clinic dalam rangkaian Festival Film Purbalingga (FFP). (20/1)

Pada kesempatan ini, para peserta dari berbagai SMA/SMK/MA se Kabupaten Banjarnegara ini menyaksikan Bioskop Rakyat (Biora) yang merupakan bagian dari Festival Film Purbalingga (FFP). Tak hanya itu, sejumlah siswa terpilih juga berkesempatan mengikuti coaching clinic penulisan skenario film di bawah asuhan sutradara senior Bowo Leksono. Para siswa dipersiapkan untuk melakukan produksi film yang akan diikutsertakan dalam program kompetisi film pendek pelajar Banyumas Raya di FFP.

Didampingi oleh Pembina ekstrakurikuler sinematografi, Uswatun Khasanak, segenap peserta didik mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Kelimanya ialah Assyiva Nayla Rismansa (XII IPS 6), Syifa Elia Ratna Damayanti (XI-12), Danastri Dewi (X-3), dan Hutari (XI-10). Pada kesempatan ini, Syifa membagikan pengalamannya dalam kegiatan tersebut.

“Kali ini kami belajar bagaimana cara menulis scenario fiksi atau documenter yang baik agar bisa menciptakan film pendek berkualitas. Awalnya panitia memperlihatkan beberapa video yang memang dokumentasi dai panitia untuk menggambarkan bahwa ini contoh dari scenario dan video yang baik bahasanya, salah satunya yang di pertunjukkan adalah “Pedangan”,” ungkapnya.

Ia pun memberikan testimoninya usai mengikuti coaching Clinic tersebut.

“ Kami jadi tahu bahwa menuis scenario itu juga membutuhkan tema, ide cerita, gambaran, sinopis, alur, antar tokoh bagaimana, klimaks dan non klimaknya gimana, dan basic story nya bagaimana. Tidak hanya “wah” tapi harus bermakna,” imbuhnya.

Ia pun mengungkapkan harapannya terhadap keberlangsungan prestasi ekstrakurikuler sinematografi berikutnya.

“harapanya, kami tim cinematografi kedepanya semakin paham dengan scenario fiksi atau documenter tidak hanya dari editing dan pemakaian camera saja tapi juga pemnulisan scenario, iklan edukasi dari cerpen, dan sebagainya. Semoga kami dapa nominasi dan jadi juara di FFP tahun ini,” harapnya.

Kepala MAN 2 Banjarnegara, Ridlo Pramono mendukung penuh terhadap proses dan karya – karya yang dihasilkan peserta didiknya.

“Kami dukung sepenuhnya anak-anak untuk menggali dan mengeluarkan potensinya dalam dunia perfilman, semangat untuk berprestasi!” pungkasnya. (Ka/La)