Banjarnegara (Humas) – Peserta didik kelas XI MAN 2 Banjarnegara menyanyikan lagu-lagu wajib nasional dengan cara yang menarik dengan berantai dalam kegiatan pembelajaran. (21/1)
Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, peserta didik tengah belajar materi Harmoni dalam Keberagaman. Di fase F Kurikulum Merdeka ini, dari Harmoni dalam Keberagaman terdiri dari 4 bagian. Empat bagian Harmoni dalam Kehidupan, yaitu konsep harmoni dalam Keberagaman, Identifikasi Potensi Konflik dalam Masyarakat yang Beragam, Strategi mengatasi Konflik yang Beragam, dan Peran Serta Warga Negara dan Gagasan Solutif dalam Penyelesaian Konflik. Maka penting untuk memahami dan merawat keberagaman ini agar tercipta harmoni di tengah masyarakat.
Salah satu upaya untuk menciptakan harmoni dalam diri peserta didik ialah mampu menghafal dan menghayati lagu wajib nasional. Seperti yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di MAN 2 Banjarnegara, salah satu ice breaking yang dilakukan adalah menyanyikan lagu wajib nasional dengan cara berantai. Dalam hal ini, Asih Tri Widiastuti, salah seorang guru Pendidikan Pancasila membagi peserta didik dalam kelompok untuk melaksanakan aktivitas tersebut.
“Selama ini saya amati anak-anak nampak bosan kalau hanya mendengarkan, mengerjakan soal begitu ya. Jadi untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan, sebelum kegiatan inti pembelajaran berupa aktivitas kelompok, mereka diminta untuk maju ke depan kelas dan secara berantai menyanyikan satu lagu wajib nasional untuk satu kelompok. Teknisnya, satu anak satu baris liris, jadi bergantian menyanyinya,” ujarnya.
Asih pun menyatakan peserta didik nampak antusias dalam melaksanakan aktivitas tersebut.
“Anak-anak sangat semangat waktu menyanyikan, begitu pun teman teman yang mendengarkan. Alhamdulillah, jadi semakin subur mereka jiwa nasionalisme-nya. Terkadang miris mereka lebih hafal lagu trending di sosial media dari pada lagu nasional. InsyaAllah dengan ikhtiar ini, lagu nasional jadi bagian dari keseharian mereka,” ungkapnya.
Kepala MAN 2 Banjarnegara, Ridlo Pramono pun mendukung peningkatan nasionalisme di lingkungan madrasah.
“Betul sekali, kami sepenuhnya mendukung dan mengupayakan lagu-lagu nasional selalu dikumandangkan. Seperti yang sudah dilakukan, lagu nasional dan murotal diperdengarkan secara bergantian sesuai jadwalnya sebelum bel masuk dibunyikan,” tuturnya. (Ka/La)







