Jangan Biarkan Jumat Berlalu Tanpa Makna, Penyuluh KUA Kalibening Ajak Jemaah Raih Keutamaan dan Perbanyak Doa

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Yulfiani, melaksanakan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Aisyiyah, Desa Sidakangen, Senin (26/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan materi tentang keutamaan hari Jumat dan doa khusus pada hari Jumat untuk mengajak jemaah meningkatkan ibadah serta memanfaatkan waktu dengan berbagai amalan kebaikan.

Yulfiani menjelaskan bahwa hari Jumat memiliki keistimewaan bagi umat Islam. Hari tersebut menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, berzikir, membaca selawat kepada Nabi Muhammad saw., serta memohon ampunan dan pertolongan Allah Swt. Pemahaman mengenai keutamaan hari Jumat diharapkan dapat mendorong jemaah lebih bersemangat dalam meningkatkan kualitas ibadah.

Ia juga mengingatkan bahwa doa merupakan salah satu bentuk penghambaan seorang muslim kepada Allah Swt. Melalui doa, seseorang dapat menyampaikan harapan, memohon kemudahan dalam menghadapi persoalan, serta meminta keberkahan dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, jemaah diajak untuk tidak hanya berdoa ketika mengalami kesulitan, tetapi juga membiasakannya dalam keadaan lapang maupun sempit.

“Jangan biarkan hari Jumat berlalu begitu saja tanpa diisi dengan amalan yang bermanfaat. Mari manfaatkan hari yang istimewa ini untuk memperbanyak selawat, berzikir, membaca Al-Qur’an, dan memanjatkan doa. Semoga setiap ikhtiar kita menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah Swt.,” demikian pesan yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut.

Selain memperbanyak doa, jemaah juga diajak menjaga perilaku dan mempererat hubungan dengan sesama. Keutamaan hari Jumat hendaknya menjadi pengingat untuk meningkatkan kepedulian, menjaga silaturahmi, serta membiasakan perkataan dan perbuatan yang baik.

Melalui kegiatan ini, jemaah Majelis Taklim Aisyiyah Desa Sidakangen diharapkan semakin memahami keutamaan hari Jumat dan terdorong mengisi waktu dengan ibadah yang bernilai kebaikan. Dengan membangun kebiasaan berdoa dan beramal saleh, kehidupan sehari-hari diharapkan semakin dilandasi keimanan dan rasa syukur. 

(WHA/azd)