Jangan Biarkan Usia Senja Kehilangan Makna, Penyuluh KUA Kalibening Ajak Jamaah Siapkan Bekal Amal untuk Akhirat

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Sarwono, melaksanakan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Aisyiyah, Desa Kalibening, Rabu (21/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan materi tentang amalan sebagai bekal di usia senja untuk mengajak jamaah memanfaatkan waktu yang tersisa dengan memperbanyak ibadah dan menebar kebaikan.

Sarwono mengajak jamaah memahami bahwa bertambahnya usia merupakan pengingat agar setiap orang semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Usia senja bukan alasan untuk berhenti berkarya dan berbuat baik. Sebaliknya, masa tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.

Ia menjelaskan bahwa bekal terbaik tidak hanya berkaitan dengan harta benda yang dikumpulkan selama hidup, tetapi juga amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas. Menjaga salat, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah sesuai kemampuan, serta menjaga silaturahmi merupakan beberapa amalan yang dapat terus dilakukan hingga usia lanjut.

“Usia yang terus bertambah hendaknya membuat kita semakin bijaksana dalam menjalani kehidupan. Jangan menunggu tua untuk memperbanyak ibadah dan berbuat baik. Selagi masih diberi kesempatan dan kesehatan, mari gunakan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan,” demikian pesan yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut.

Selain memperkuat hubungan dengan Allah, jamaah juga diajak menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Meminta maaf, memaafkan kesalahan orang lain, menyelesaikan persoalan keluarga dengan bijaksana, dan mewariskan teladan yang baik kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam menjalani masa tua dengan penuh ketenangan.

Melalui penyuluhan ini, jamaah Majelis Taklim Aisyiyah Desa Kalibening diharapkan semakin termotivasi mengisi usia senja dengan kegiatan yang bermanfaat. Dengan memperkuat ibadah dan menjaga akhlak, masa tua dapat dijalani secara lebih bermakna, sekaligus menjadi kesempatan untuk terus menanam kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat. 

(WHA/azd)