Kapolres Banjarnegara Jadi Pembina Upacara MAN 2 Banjarnegara

Banjarnegara – Dalam rangka membangun kebersamaan dalam mempersiapkan aset bangsa yang berkualitas memiliki jiwa nasionalisme, Kapolres Banjarnegara menjadi Pembina Upacara di MAN 2 Banjarnegara Senin (03/02) yang bertempat di Halaman indoor MAN 2 Banjarnegara

Dalam sambutannya Kapolres Banjarnegara, AKBP IG.A Dwi.Perbawa Nugraha mengatakan pelajar sebagai aset bangsa yang sangat berharga,

“Maka dari itu perlu adanya bimbingan dan arahan agar kelak mempunyai kemampuan dan ketangguhan untuk bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik,” kata IGA

Lebih lanjut disampaikan kehadiran Kapolres di tengah tengah para peserta didik sebagai wujud kepedulian Polri yang melihat kondisi anak bangsa Indonesia terutama para pelajar.

Saat ini pelajar memperlihatkan adanya gejala menurunnya nilai-nilai kebangsaan ( nasionalisme ), memudarnya rasa persatuan dan kesatuan, meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh pelajar, meningkatnya penyalahgunaan narkoba dan miras, berkembangnya bullying dan hoax serta ketidaktaatan terhadap aturan tata tertib berlalulintas.

“Perkembangan arus globalisasi dan modernisasi telah membawa dampak yang besar terhadap perkembangan dan pergaulan pelajar. Tahun 2019, kejahatan terhadap perempuan dan anak berupa pencabulan dan persetubuhan mencapai 14 kasus, hal ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Sambungnya, mengajak kepada anak-anakku sekalian untuk peduli lingkungan bahwa kejahatan perempuan dan anak menjadi ancaman kita yang notabene pelakunya adalah orang terdekat kita dalam kehidupan sehari-hari. kami akan melakukan tindakan tegas bagi pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Akhir – akhir ini sering pula dijumpai di kalangan pelajar sudah coba-coba menggunakan narkoba.  Hal ini sangat merugikan diri sendiri karena mereka yang mengkonsumsi narkoba tidak dapat melihat masa depan yang indah, yang ada adalah masa depannya suram. 

“Oleh karena itu dalam bergaul harus bisa memilih teman yang baik agar tidak mendapat pengaruh jelek dari pergaulan yang tidak baik karena tak selamanya teman dekat itu akan membawa kita dalam hal yang positif, tapi bisa terjadi sebaliknya yaitu membawa kita dalam hal yang negatif dan merugikan kita,” tegasnya.

IGA juga berpesan pada para guru, agar bisa berperan sebagai inspirator, sebagai motivator (penyemangat), menjadi inisiator (inisiatif)/ pencetus ide, sebagai Transmitter (pemberi)/ penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan. Serta sebagai Evaluator (penilai), penilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya (mental).

AKBP IGA mengajak kepada para siswa untuk jauhi perilaku menyimpang, karena hal itu hanya akan merugikan diri sendiri.

“Gunakankanlah masa – masa remaja dengan baik dan isilah dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi diri sendiri, orang tua, lingkungan dan dapat menjadi kebanggan bagi bangsa dan negara serta kebanggaan alumni sekolah,” ungkapnya.

Jadilah generasi yang mempunyai pribadi yang beriman, bertaqwa, berjiwa patriotrisme, disiplin dan menjadi kader bangsa yang mampu membangun dan menjaga nama bangsa, imbuhnya.

Selama selama 21 tahun ikut upacara, kesan upacara kali ini yang paling lengkap, ada marching band, pasukan khusus dan berjalan tertib penuh semangat.

Kepala MAN 2, Imam Sayoga menyampaikan terima kasih atas perhatiannya menjadi pembina upacara di MAN 2, sehingga bisa memberika inspirasi dan semangat pada para siswa. Dan kegiatan ini mempererat hubungan antara MAN 2 dengan Polres Banjarnegara, yang sering menjalin kerjasama dalam menyelenggarakan kegiatan kesiswaan. (Bowo/Nangim)