Banjarnegara (Humas) – Peran orang tua, khususnya seorang ibu, dalam membesarkan dan mendidik anak memiliki pengaruh yang sangat mendalam bagi tumbuh kembang serta masa depan sang buah hati. Menyadari krusialnya hal tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan di Balai Desa Sokaraja pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi 38 orang jemaah Majelis Taklim (MT) Mumtaza Syahla Sokaraja yang merupakan para wali siswa TK PGRI Sokaraja.
Mengangkat tema “Keajaiban Lisan Ibu: Senjata Langit Bagi Masa Depan Anak”, bimbingan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Dalam pemaparannya, M. Syaiful Abidin menekankan betapa besarnya kekuatan doa serta ucapan yang keluar dari mulut seorang ibu. Lisan ibu bukan sekadar alat komunikasi harian, melainkan sarana spiritual yang mampu menembus langit dan membentuk karakter anak di masa depan.
“Setiap kata yang diucapkan seorang ibu adalah doa yang diijabah oleh Allah SWT. Oleh karena itu, selayaknya para ibu senantiasa menjaga lisan, menghindari perkataan kasar atau amarah saat menghadapi anak, serta menggantinya dengan untaian doa kebaikan, pujian, dan harapan positif. Lisan ibu adalah senjata langit yang sangat ampuh untuk membentengi dan mengantarkan masa depan anak-anak menuju keberkahan,” tutur Syaiful di hadapan puluhan jemaah.
Kegiatan ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari pihak penyelenggara dan peserta. Khusnul Khotimah, selaku Ketua MT Mumtaza Syahla Sokaraja sekaligus Kepala TK PGRI Sokaraja, menyampaikan rasa terima kasih dan harapan besar atas terselenggaranya acara bimbingan penyuluhan ini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada KUA Pagentan, khususnya Bapak Syaiful Abidin, yang telah membagikan ilmu yang sangat berharga ini. Pemaparan ini menjadi pengingat dan pencerahan yang sangat dibutuhkan oleh para orang tua. Harapan kami, setelah mengikuti bimbingan ini, para wali murid dapat menrapkan ilmu tersebut di rumah, sehingga lahir generasi yang saleh, berakhlaq mulia, dan sukses berkat keberkahan lisan serta doa dari ibu mereka,” ungkap Khusnul Khotimah.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan sinergi antara lembaga keagamaan dan pendidikan dalam membina ketahanan keluarga dapat terus terjalin secara berkelanjutan.
(msa/azd)
