Banjarnegara – Melatih siswa agar mampu mengenal identitas diri dan ciri fisik, siswa kelas 1 B MIMAU gunakan flip karakter sebagai media pembelajaran yang efektif. Penggunaan flip karakter ini agar siswa mampu untuk memperkenalkan diri dan mampu untuk mengenal diri sendiri. Pembelajaran ini dilakukan ruang kelas 1 B saat pelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi memperkenalkan diri sendiri dan teman.(6/11).
Penggunaan flip karakter ini selain menjadi media pembelajaran yang menyenangkan, juga bertujuan untuk menggali pengetahuan siswa mengenai identitas dan ciri fisik dirinya serta dapat memahami perbedaan ciri fisiknya dengan orang lain. Karena dalam flip karakter ini memuat angket yang berisi nama lengkap siswa, alamat rumah dan ciri fisik dirinya. Ciri fisik yang harus diisi siswa dalam angket berupa warna kulit, bentuk tubuh, bentuk rambut, warna rambut dan lain sebagainya. Hal ini sebagaimana yang telah disampaikan oleh wali kelas 1 B, Utari Kusuma Wardani.
“Karena di flip karakter ini terdapat angket berupa pertanyaan. Pertanyaan itu berupa nama lengkap, alamat, ciri fisik seperti warna kulit, rambut, bentuk tubuh dan lainnya. Pertanyaan tersebut harus diisi oleh siswa agar bisa mengetahui identitas dirinya”, ujar Utari.
Utari juga menambahkan bahwa adanya flip karaker ini dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang keunikan dan keberagaman identitas dan ciri fisik setiap indivisu. Sebab setiap individu pasti memiliki ciri khasnya masing – masing. Jadi, dengan mengetahui keberagam identitas dan ciri fisik setiap individu, siswa kelas 1 B mampu untuk lebih menghargai perbedaan yang ada.
Dalam penggunaan flip karakter ini, sebelum meminta siswa untuk mengisi angket mengenai identitas dan ciri fisik, Utari terlebih dahulu menjelaskan mengenai identitas diri dan pengertian ciri fisik beserta contohnya. Barulah setelah itu, siswa diminta untuk mengisi angket yang terdapat pada flip karakter. Siswa juga dapat menghias flip karakter dengan berbagai hiasan yang menarik. Setelahnya, siswa diminta untuk menunjukkan hasil flip karakter mereka di depan teman – teman agar siswa lain dapat melihatnya.
Setelah memperlihatkan flip karakter kepada teman – teman yang ada di kelas, Utari dan para siswa lanjut mendiskusikan tentang pentingnya kesadaran dalam menerima diri sendiri dan menerima perbedaan dengan orang lain. Dari diskusi dan penggunaan flip karakter ini, diharapkan siswa mampu untuk menerima perbedaan yang ada dalam setiap individu. Sebab, tidak semua individu memiliki ciri fisik dan identitas yang sama. (RN).







