Kesadaran S3 Tumbuh di MIFABARA: Seribu Rupiah Sehari Jadi Ladang Amal dan Kemajuan Madrasah

Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peduli dan dermawan di lingkungan madrasah. Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah tumbuhnya kesadaran bersama melalui gerakan S3 (Sodaqoh Sehari Seribu). Program ini kini menjadi bagian dari budaya positif yang dijalankan oleh guru, siswa, dan orang tua.(13/11)

Gerakan S3 mengajak seluruh warga madrasah untuk membiasakan menyisihkan uang sebesar seribu rupiah setiap hari. Meski nilainya tampak kecil, namun ketika dilakukan bersama-sama, hasilnya mampu memberikan manfaat besar. Dana yang terkumpul digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pengembangan sarana dan prasarana, kegiatan sosial, serta peningkatan kompetensi siswa dan SDM guru.

Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, menjelaskan bahwa S3 bukan sekadar kegiatan amal, tetapi juga media pendidikan karakter yang sangat efektif.

“Sodaqoh Sehari Seribu ini bukan tentang besar kecilnya nominal, tetapi tentang menumbuhkan keikhlasan dan kesadaran berbagi. Kami ingin siswa belajar bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan membawa keberkahan dan manfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.

Beliau menambahkan, sebagian hasil S3 telah dimanfaatkan untuk pembangunan Gedung madrasah seperti penambahan ruang kelas, kegiatan peningkatan kompetensi guru serta pembiayaan kegiatan siswa. Selain itu, sebagian dana juga dialokasikan untuk membantu sesama yang membutuhkan bantuan sosial. Dengan demikian, nilai sodaqoh tidak hanya dirasakan oleh madrasah, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Salah satu guru, Fatimah, turut merasakan dampak positif dari gerakan ini.

“Anak-anak semakin sadar pentingnya berbagi. Setiap kali kami mengingatkan tentang S3, mereka dengan senang hati mengeluarkan uang jajannya. Mereka tahu bahwa ini bukan sekadar iuran, tapi bentuk kebaikan yang terus mengalir,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu wali murid, Tohiroh, memberikan apresiasi atas program yang digagas madrasah.

“Kami para orang tua sangat mendukung. Dengan cara sederhana ini, anak-anak belajar arti kepedulian dan tanggung jawab sosial. Saya yakin ini menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka,” tuturnya.

Melalui gerakan S3, MIFABARA tidak hanya menumbuhkan kesadaran berbagi, tetapi juga membangun budaya gotong royong dan kepedulian yang kuat di kalangan warga madrasah. Harapannya, S3 akan menjadi amal jariyah bersama, yang manfaatnya terus mengalir untuk kemajuan pendidikan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh civitas MIFABARA.(nas)

Skip to content