Kesuksesan Anak Berawal dari Kesungguhan Orang Tua, Penyuluhan KUA Kalibening Kuatkan Peran Keluarga

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Ngudi Rahayu, memberikan penyuluhan dalam kegiatan Mujahadah Wali Santri Qiroati TPQ Baitul Aswa Desa Asinan pada Rabu (3/6). Kegiatan yang dihadiri para wali santri tersebut berlangsung penuh kekhusyukan dan menjadi sarana memperkuat sinergi antara orang tua dan lembaga pendidikan Al-Qur’an dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Pada kesempatan tersebut, Ngudi Rahayu menyampaikan materi bertema “Pentingnya Menirakati Anak”. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal maupun kemampuan akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh kesungguhan orang tua dalam mendoakan, membimbing, dan memberikan keteladanan yang baik.

Menurutnya, tirakat dalam konteks pendidikan anak dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk ikhtiar, seperti memperbanyak doa, menjaga ibadah, membiasakan akhlak yang baik di rumah, serta mendampingi anak dengan penuh kesabaran. Orang tua juga perlu menjadi contoh yang baik karena anak cenderung meniru apa yang dilihat dan dirasakan dalam lingkungan keluarganya.

“Sering kali orang tua berharap anaknya menjadi pribadi yang saleh, cerdas, dan berprestasi. Namun harapan itu perlu diiringi dengan tirakat, doa, dan keteladanan. Anak yang baik tidak hanya dibentuk oleh nasihat, tetapi juga oleh kesungguhan orang tua dalam mendidiknya,” ujar Ngudi Rahayu di hadapan para peserta.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap doa yang dipanjatkan orang tua memiliki kedudukan yang istimewa di hadapan Allah Swt. Oleh karena itu, para wali santri diajak untuk tidak pernah lelah mendoakan anak-anak mereka agar tumbuh menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan mujahadah dan doa bersama yang dipanjatkan untuk para santri TPQ Baitul Aswa agar diberikan kemudahan dalam belajar Al-Qur’an, memperoleh ilmu yang bermanfaat, serta menjadi anak-anak yang membanggakan orang tua.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para wali santri semakin menyadari bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan ikhtiar lahir dan batin, termasuk melalui doa dan tirakat yang dilakukan secara istiqamah. 

(wha/azd)

Skip to content