Kreativitas Digital Siswa MIFABARA, Ucapan Idul Fitri untuk Sahabat Jadi Karya Bermakna

Banjarnegara – Semangat Idul Fitri 1447 H dimanfaatkan siswa kelas 5 MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA) untuk berkarya secara kreatif melalui media digital. Dengan memanfaatkan aplikasi seperti Canva dan editor lainnya, siswa membuat ucapan Idul Fitri yang ditujukan khusus untuk sahabat terbaik mereka.(23/3)

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang menggabungkan literasi digital dengan nilai-nilai karakter. Melalui desain yang menarik dan pesan yang tulus, siswa tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga menyampaikan makna saling memaafkan dan menjaga persahabatan.

Wali kelas menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengarahkan siswa agar menggunakan teknologi secara positif dan bermanfaat.

“Anak-anak kita hidup di era digital. Maka penting bagi mereka untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga kreator yang mampu menyebarkan pesan kebaikan,” ujarnya.

Setiap karya yang dihasilkan memiliki ciri khas masing-masing, mulai dari pilihan warna, ilustrasi, hingga kalimat ucapan yang ditulis dengan penuh ketulusan. Beberapa siswa bahkan menambahkan sentuhan pribadi yang membuat karya mereka semakin berkesan.

Salah satu siswa kelas 5 mengungkapkan kebahagiaannya saat membuat ucapan tersebut.

“Saya senang bisa membuat kartu ucapan sendiri untuk sahabat. Rasanya lebih spesial karena dibuat dengan usaha sendiri,” tuturnya.

Kepala madrasah MIFABARA turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam mengembangkan keterampilan abad 21.

“Ini adalah pembelajaran yang sangat relevan. Anak-anak tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga belajar menyampaikan empati, mempererat persahabatan, dan menebarkan kebaikan melalui karya,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar tugas, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan rasa, memperkuat hubungan sosial, serta menumbuhkan kepekaan terhadap orang lain. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, MIFABARA menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga hangat secara emosional.

Karena pada akhirnya, teknologi hanyalah alat dan di tangan yang tepat, ia dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan kebaikan, mempererat persahabatan, dan menghadirkan senyum di hari yang fitri.(nas)