Banjarnegara – Semangat inovasi terus ditunjukkan oleh para guru MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Melalui tim kreatif madrasah, berbagai alat peraga literasi berhasil diciptakan untuk mendukung kegiatan mendongeng yang dibawakan oleh para duta literasi.(25/3)
Alat peraga yang dibuat meliputi miniatur culture festival, papan cerita interaktif, hingga latar mini panggung dongeng yang dirancang menarik dan penuh warna. Media ini digunakan untuk membantu siswa dalam memahami alur cerita, tokoh, serta pesan moral dari dongeng yang disampaikan.
Salah satu guru anggota tim kreatif, Filla, mengungkapkan bahwa ide ini muncul dari keinginan untuk membuat kegiatan literasi lebih hidup dan tidak monoton.
“Anak-anak itu sangat suka visual dan cerita. Dengan alat peraga ini, dongeng menjadi lebih nyata, sehingga mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga merasakan isi cerita,” ujarnya.
Alat peraga ini nantinya akan dimanfaatkan oleh para duta literasi MIFABARA yang bertugas membawakan dongeng di depan teman-temannya. Dengan dukungan media yang menarik, para duta literasi menjadi lebih percaya diri dan ekspresif saat bercerita.
Kepala madrasah menyampaikan apresiasi atas kreativitas guru dalam mengembangkan budaya literasi di sekolah.
“Ini adalah langkah luar biasa. Literasi tidak hanya tentang membaca, tetapi juga memahami dan menyampaikan kembali. Dengan alat peraga ini, pemahaman siswa terhadap isi dongeng akan semakin kuat,” tuturnya.
Melalui inovasi ini, diharapkan siswa tidak hanya menjadi pendengar yang pasif, tetapi juga mampu menangkap makna, nilai, dan pesan moral dari setiap cerita yang disampaikan. Dongeng pun tidak lagi sekadar hiburan, melainkan menjadi sarana pembentukan karakter.
Salah satu siswa mengaku sangat senang dengan adanya alat peraga tersebut.
“Jadi lebih seru, seperti menonton pertunjukan. Ceritanya jadi mudah dipahami,” ungkapnya antusias.
Langkah kreatif ini menjadi bukti bahwa dengan sentuhan inovasi, literasi dapat tumbuh menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermakna. Dari sebuah cerita sederhana, lahirlah pemahaman yang mendalam menguatkan imajinasi, menanamkan nilai, dan membentuk generasi yang gemar belajar sepanjang hayat.(nas)
