Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terhadap tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara melalui Penyuluh Agama Islam Fungsional, Nasirin, menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di Desa Tlagawera, pada Kamis (23/10/2025) pukul 14.00–16.00 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari warga setempat, baik laki-laki maupun perempuan, yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama dua jam tersebut.
Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai dengan tuntunan Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan. Pemulasaraan jenazah merupakan fardhu kifayah yang penting untuk dilaksanakan secara benar dan penuh penghormatan.
Dalam penyampaiannya, Nasirin menjelaskan secara rinci hukum-hukum terkait pemulasaraan jenazah, adab, serta perbedaan tata cara antara jenazah laki-laki dan perempuan.
“Pemulasaraan jenazah bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga bagian dari pengabdian spiritual kepada sesama Muslim. Setiap masyarakat idealnya memiliki kemampuan dasar untuk melaksanakan kewajiban ini dengan benar,” ujarnya.
Sementara itu, Gunawan, Lurah Tlagawera, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan ini.
“Kemandirian dalam mengurus jenazah adalah hal yang sangat mendesak. Sering kali SDM yang memahami tata cara ini masih minim. Melalui pelatihan ini, kami berharap setiap lingkungan RT dan RW di Tlagawera memiliki tim yang siap sedia ketika dibutuhkan,” tuturnya dalam sambutan pembukaan.
Puncak kegiatan diisi dengan sesi praktik langsung, di mana peserta dibagi menjadi kelompok laki-laki dan perempuan untuk melakukan simulasi memandikan dan mengafani jenazah menggunakan manekin, serta latihan menyalatkan jenazah dengan bimbingan langsung dari narasumber.
Salah satu peserta, Mutohar, menyampaikan kesan positifnya.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selama ini saya hanya tahu sekilas, sekarang jadi lebih yakin dan paham langkah-langkah yang benar, termasuk pentingnya menjaga aurat dan kebersihan jenazah,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta dan komitmen bersama untuk membentuk tim amil jenazah di tingkat lingkungan. Meski dilaksanakan pada siang hari di tengah kesibukan masyarakat, kegiatan ini tetap diikuti dengan antusias dan penuh semangat.
Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Tlagawera memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga dapat menjalankan kewajiban fardhu kifayah secara mandiri, aman, dan sesuai syariat, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan spiritual di lingkungan mereka.







