Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan yang diikuti oleh 22 pasang calon pengantin pada Senin (15/9). Kegiatan ini dilaksanakan di aula KUA Kecamatan Purwanegara dengan tujuan membekali para calon pengantin pengetahuan dan pemahaman penting sebagai bekal memasuki kehidupan rumah tangga.
Dalam penyelenggaraannya, KUA Kecamatan Purwanegara menjalin kerja sama dengan Puskesmas Purwanegara 1. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan komprehensif, baik dari sisi agama maupun kesehatan, sehingga pasangan calon pengantin siap membangun keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Kegiatan bimbingan perkawinan ini menghadirkan dua narasumber utama. Narasumber pertama adalah Anugrah Windu Setianingsih, Penyuluh Agama KUA Kecamatan Purwanegara, yang menyampaikan materi tentang manajemen keluarga. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya komunikasi, saling pengertian, serta pengelolaan keuangan keluarga sebagai kunci terciptanya rumah tangga yang sejahtera.

Sementara itu, narasumber kedua, Liliana Pujiningrum, bidan dari Puskesmas Purwanegara 1, memberikan materi terkait kesehatan reproduksi. Ia mengingatkan calon pengantin mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri, perencanaan kehamilan, serta pengetahuan dasar terkait kesehatan ibu dan anak. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pasangan suami istri dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Kepala KUA Kecamatan Purwanegara, H. M. Hojali Bawono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimbingan perkawinan merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama untuk menyiapkan generasi penerus yang lebih baik melalui keluarga yang kuat. “Perkawinan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga awal dari tanggung jawab besar untuk membangun keluarga dan masyarakat. Karena itu, ilmu yang diperoleh dalam bimbingan ini sangat penting dipahami dan diamalkan,” tegasnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KUA Kecamatan Purwanegara berharap para calon pengantin dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan rumah tangga. Sehingga, tidak hanya tercipta keluarga yang bahagia, tetapi juga lahir generasi penerus bangsa yang sehat, berkarakter, dan berkualitas. (rp, azd)







