KUA Madukara dan Puskesmas Madukara 1 Teken MoU: Sinergi Bimbingan Rohani dan Layanan Kesehatan

Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka memperkuat pelayanan kepada masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Madukara melalui Penyuluh Agama Islam menjalin kerjasama strategis dengan Puskesmas Madukara 1. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini berlangsung pada Selasa, (23/9) di Aula Puskesmas Madukara 1.

MoU ditandatangani langsung oleh H. Amat Maskuri selaku Kepala KUA Madukara dan Erna Sri Rejeki selaku Kepala Puskesmas Madukara 1. Kesepakatan ini menandai dimulainya sinergi layanan kesehatan yang dipadukan dengan bimbingan rohani Islam (BIMROKHIS) bagi pasien rawat inap, khususnya di lingkungan Puskesmas Madukara 1.

Dalam sambutannya, H. Amat Maskuri menegaskan pentingnya kolaborasi ini. “Kami yakin kesehatan hakiki tidak hanya menyentuh fisik, tetapi juga jiwa. Dengan MoU ini, kami berharap kehadiran penyuluh agama dapat memberikan motivasi, ketenangan, serta penguatan spiritual bagi pasien dan keluarganya,” ungkapnya.

Sementara itu, Erna Sri Rejeki menyampaikan apresiasinya atas kerjasama tersebut. “Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini. Layanan kesehatan akan semakin sempurna jika dibarengi dengan bimbingan rohani. Pasien bukan hanya mendapat pengobatan medis, tetapi juga dukungan spiritual agar lebih semangat dalam proses penyembuhan,” jelasnya.

Adapun isi MoU tersebut antara lain:

Pasal 1 (Maksud dan Tujuan): Pihak pertama (KUA) sepakat memberikan pelayanan Bimbingan Rohani Islam (BIMROKHIS) bagi pasien rawat inap Puskesmas, sedangkan pihak kedua (Puskesmas) sepakat menerima layanan tersebut.

Pasal 2 (Prosedur Pelayanan): Pelayanan dilakukan oleh penyuluh agama Islam kepada pasien rawat inap sesuai kriteria yang ditentukan, dengan koordinasi bersama pihak Puskesmas.

Pasal 3 (Tempat Pelayanan): Layanan bimbingan rohani dilaksanakan di ruang rawat inap Puskesmas Madukara 1.

Pasal 4 (Hak dan Kewajiban): Kedua belah pihak berkomitmen menjalankan kerjasama sesuai ketentuan yang berlaku, demi tercapainya pelayanan yang optimal.

Acara penandatanganan MoU turut disaksikan oleh jajaran Penyuluh Agama Islam, tenaga kesehatan, dan staf kedua instansi. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan masyarakat Madukara dapat merasakan layanan yang lebih menyeluruh—sehat jasmani sekaligus tenteram rohani. (wk, azd)

Skip to content