Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja melalui Kepala KUA Musobihin dan Penyuluh Agama Islam Hendriyanto memberikan pembinaan keagamaan kepada 30 siswa kelas X dan XI SMK Negeri 1 Mandiraja pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang diawali dengan sambutan Kepala SMK Negeri 1 Mandiraja, Adi Suswanto, tersebut dilaksanakan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan, memperkuat akhlak, serta mendorong peserta didik menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Acara dipandu oleh Istiqomah selaku pembawa acara (MC).
Dalam kegiatan tersebut, Musobihin menyampaikan materi tentang pentingnya menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam bersikap dan mengambil keputusan, terutama pada masa remaja. Menurutnya, perkembangan usia remaja merupakan fase penting dalam pembentukan kepribadian sehingga perlu diimbangi dengan pemahaman agama, pengendalian diri, dan lingkungan pergaulan yang positif.
Pembinaan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap kewajiban beribadah, tetapi juga menyangkut penerapan nilai-nilai agama dalam hubungan dengan orang tua, guru, teman sebaya, dan masyarakat. Sikap jujur, disiplin, santun, bertanggung jawab, serta menghormati orang lain merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama yang perlu dibiasakan sejak dini.
“Belajar agama hendaknya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Siswa perlu membiasakan diri bersikap jujur, menghormati guru dan orang tua, menjaga pergaulan, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan,” ujar Musobihin.
Sementara itu, Hendriyanto memberikan penguatan mengenai pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan remaja. Ia mengajak para siswa untuk bijak dalam memilih pergaulan, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta tidak mudah terpengaruh oleh perilaku yang bertentangan dengan nilai agama dan norma masyarakat.
Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan bagi pelajar untuk memperoleh informasi dan mengembangkan kemampuan. Namun, pemanfaatannya harus disertai kemampuan menyaring informasi, menjaga etika berkomunikasi, serta menghargai perbedaan pendapat. Para siswa juga diharapkan mampu membangun kebiasaan positif, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
“Jadilah generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Gunakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat, hormati perbedaan, dan jadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam bergaul maupun menggunakan media sosial,” jelas Hendriyanto.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KUA Kecamatan Mandiraja dalam menjalankan fungsi bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Melalui pembinaan tersebut, nilai-nilai agama diharapkan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda dan dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan serta perkembangan zaman.
Bagi para siswa, pembinaan keagamaan menjadi kesempatan untuk memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik dan keterampilan kerja, tetapi juga dari integritas, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan kematangan sikap. Sinergi antara lembaga pendidikan dan KUA diharapkan dapat mendukung pembentukan generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, serta memiliki tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.
(m/azd)
