Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja Hendriyanto menghadiri rapat persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Mandiraja, Selasa (27/10/2026). Rapat tersebut membahas persiapan pelaksanaan MTQ, termasuk pemetaan dan pencarian peserta serta juri yang akan terlibat dalam berbagai cabang perlombaan. Dalam persiapan tersebut, KUA Mandiraja mendapat tugas membantu mencari peserta cabang tahfiz dan tartil Al-Qur’an dari kategori remaja dan dewasa.
Rapat persiapan menjadi langkah awal untuk memastikan pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan dapat berjalan tertib dan melibatkan peserta yang sesuai dengan cabang yang diperlombakan. Keterlibatan berbagai unsur dalam proses persiapan diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus memudahkan pemenuhan kebutuhan peserta dan juri.
Hendriyanto menyampaikan bahwa KUA Mandiraja siap mendukung persiapan MTQ sesuai tugas yang diberikan, khususnya dalam membantu mencari calon peserta pada cabang tahfiz dan tartil. “Kami akan berupaya membantu mencari peserta yang memiliki kemampuan pada cabang tahfiz dan tartil, baik dari kalangan remaja maupun dewasa,” ujarnya.
Menurut Hendriyanto, pencarian peserta perlu dilakukan dengan memperhatikan kemampuan dan kesiapan calon peserta. Langkah tersebut penting agar peserta yang mengikuti MTQ dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum pelaksanaan lomba.
“MTQ bukan hanya tentang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an. Karena itu, kami berharap dapat menemukan peserta yang memiliki kemampuan sekaligus semangat untuk mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, pembahasan juga diarahkan pada kebutuhan juri untuk masing-masing cabang yang dilombakan. Kesiapan peserta dan juri menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Mandiraja.
Keterlibatan KUA Mandiraja dalam persiapan MTQ juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembinaan kehidupan keagamaan di masyarakat. Pencarian peserta tahfiz dan tartil dari kelompok remaja dan dewasa diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan membaca serta menghafal Al-Qur’an.
Bagi generasi remaja, keterlibatan dalam MTQ dapat menjadi pengalaman positif untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Sementara bagi peserta dewasa, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk terus menjaga kemampuan dan semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Setelah rapat persiapan, KUA Mandiraja akan menindaklanjuti tugas pencarian peserta sesuai cabang yang menjadi tanggung jawabnya. Koordinasi dengan pihak terkait menjadi bagian penting agar kebutuhan peserta dapat dipenuhi dan persiapan MTQ tingkat Kecamatan Mandiraja berjalan sesuai rencana.
(m/azd)
