Banjarnegara (Humas) – Upaya memperkuat fondasi moral dan spiritual umat terus digalakkan oleh jajaran Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan. Pada Selasa (27/10/2026), penyuluh agama Islam KUA Pagentan, Sutrisno, memberikan bimbingan dan penyuluhan berharga di Majelis Taklim (MT) Miftahul Jannah, Desa Pagentan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh 20 peserta yang merupakan jemaah dan tokoh masyarakat setempat. Mengangkat tema “Persiapkan Generasi Saleh dan Salehah,” bimbingan ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis serta spiritual bagi para orang tua dalam mendidik anak di tengah tantangan zaman modern.
Dalam pemaparannya, Sutrisno menekankan betapa krusialnya peran keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Menurutnya, kesalehan anak tidak hanya dibentuk dari pendidikan formal, tetapi berawal dari teladan serta doa tulus orang tua di rumah.
“Mendidik anak di era digital saat ini membutuhkan kesabaran ekstra dan pendekatan yang tepat. Kita tidak hanya dituntut membekali mereka dengan ilmu pengetahuan, tetapi yang paling utama adalah menanamkan akidah yang kokoh dan akhlakul karimah. Generasi yang saleh dan salehah adalah aset terbesar kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak,” ujar Sutrisno di hadapan para jemaah.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif majelis taklim sangat penting sebagai wadah saling menguatkan antar orang tua dalam menjaga nilai-nilai keislaman di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Ketua MT Miftahul Jannah, Suyono, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan bimbingan yang diberikan oleh pihak KUA Pagentan. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan para jemaah saat ini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Sutrisno dari KUA Pagentan atas pencerahannya hari ini. Kehadiran beliau memberikan semangat baru bagi kami para orang tua di Desa Pagentan untuk lebih memperhatikan pendidikan karakter anak-anak di rumah. Harapan kami, kegiatan bimbingan seperti ini bisa terus berjalan secara berkelanjutan,” ungkap Suyono.
Acara penyuluhan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan doa bersama demi terwujudnya masyarakat Desa Pagentan yang religius, harmonis, serta melahirkan generasi penerus yang berakhlak mulia.
(3S/azd)
