Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, Retno Purnawati, memberikan bimbingan penyuluhan kepada para murid Madrasah Diniyah (Madin) Muhammadiyah Karanganyar pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Madin Muhammadiyah Karanganyar tersebut diikuti sekitar 15 murid dengan materi pembinaan mengenai bab taharah atau bersuci dalam Islam.
Dalam kegiatan tersebut, Retno menyampaikan bahwa taharah merupakan salah satu bagian penting dalam ajaran Islam. Bersuci tidak hanya berkaitan dengan kebersihan secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan seorang muslim dalam melaksanakan berbagai ibadah, terutama salat.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah mengenai adab buang air dalam Islam. Para murid diberikan pemahaman tentang tata krama ketika berada di tempat buang air, mulai dari membaca doa sebelum masuk kamar mandi, menjaga aurat, tidak menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang air di tempat terbuka, menjaga kebersihan, hingga membaca doa setelah keluar dari kamar mandi.
Retno menjelaskan bahwa pembelajaran mengenai adab buang air perlu diberikan sejak usia dini agar kebiasaan baik tersebut dapat melekat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya mengajarkan bagaimana seseorang beribadah, tetapi juga bagaimana seorang muslim menjaga kebersihan, kesopanan, dan menghargai lingkungan di sekitarnya.
“Taharah bukan sekadar persoalan bersih secara lahir, tetapi juga mengajarkan kepada anak-anak tentang kedisiplinan, kesopanan, menjaga kebersihan, dan membiasakan diri hidup sesuai tuntunan Islam. Adab buang air mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dibiasakan sejak kecil, insya Allah akan menjadi karakter yang melekat hingga mereka dewasa,” ujar Retno.
Dalam penyuluhan tersebut, Retno juga mengajak para murid untuk tidak menganggap remeh kebiasaan-kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, seorang muslim dapat menunjukkan keislamannya melalui perilaku sederhana, termasuk menjaga kebersihan diri dan tempat yang digunakan untuk buang air.
Para murid mengikuti kegiatan dengan antusias. Materi disampaikan secara sederhana dan disesuaikan dengan usia peserta sehingga mudah dipahami. Retno juga memberikan kesempatan kepada para murid untuk bertanya dan menyampaikan pengalaman mereka dalam menerapkan adab bersuci dan kebersihan sehari-hari.
Kegiatan bimbingan penyuluhan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal keagamaan yang praktis bagi para murid Madin Muhammadiyah Karanganyar. Selain memahami teori tentang taharah, para murid diharapkan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga tumbuh menjadi generasi yang bersih, disiplin, berakhlak, dan memahami ajaran Islam secara baik.
Melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara berkelanjutan, KUA Kecamatan Purwanegara terus berupaya hadir di tengah masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan keagamaan, untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam sejak usia dini.
(rp/azd)
