Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit menggelar kegiatan pelatihan tilawah Al-Qur’an bagi siswa kelas VII MTs Negeri 3 Rakit pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil dan indah sesuai dengan kaidah tajwid serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an.
Pelatihan tilawah tersebut dilaksanakan di lingkungan MTs Negeri 3 Rakit dan diikuti dengan antusias oleh para siswa. Sejak awal kegiatan, para peserta tampak serius dan bersemangat mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh pelatih.
Pelatih tilawah dalam kegiatan ini adalah Hakimudin, yang memberikan materi mulai dari dasar-dasar makharijul huruf, pengaturan pernapasan, hingga pengenalan lagu-lagu tilawah. Ia menegaskan bahwa kemampuan tilawah perlu dilatih secara rutin dan berkesinambungan.
“Tilawah bukan hanya soal suara yang merdu, tetapi juga ketepatan tajwid dan penghayatan makna ayat. Jika dilatih sejak usia madrasah, hasilnya akan sangat baik,” ujar Hakimudin di sela-sela pelatihan.
Kepala KUA Kecamatan Rakit, Tabah Agung Sokayani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen KUA dalam mendukung pendidikan keagamaan di sekolah. Menurutnya, pembinaan tilawah menjadi bagian penting dalam mencetak generasi Qur’ani.
“Pelatihan tilawah ini kami harapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa, tidak hanya untuk lomba, tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari agar lebih dekat dengan Al-Qur’an,” tutur Tabah Agung Sokayani.
Salah satu guru MTs Negeri 3 Rakit, Miswanto, mengapresiasi kegiatan pelatihan yang digelar oleh KUA Rakit tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan tilawah dari KUA Rakit. Anak-anak menjadi lebih termotivasi dan percaya diri dalam membaca Al-Qur’an,” ungkap Miswanto.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin, sehingga potensi siswa di bidang seni baca Al-Qur’an dapat berkembang secara optimal. Dengan sinergi antara KUA dan madrasah, pembinaan keagamaan diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.
(Sks/azd)
