KUA Wanayasa Gelar Bimbingan Perkawinan, Bekali Catin dengan Fondasi Keluarga Sakinah dan Pemahaman Kesehatan Reproduksi

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanayasa terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, salah satunya melalui penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Pada kesempatan kali ini, kegiatan dilaksanakan di Balai Nikah KUA Wanayasa dengan diikuti oleh 6 pasang calon pengantin (catin) yang akan segera melangsungkan pernikahan.

Acara diawali dengan sambutan dari pihak KUA Wanayasa yang menekankan pentingnya Bimwin sebagai bekal ilmu dan keterampilan dalam membina rumah tangga. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan pasangan calon pengantin tidak hanya siap secara lahir dan batin, tetapi juga memiliki pemahaman yang utuh dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Toto Subagyo, selaku Penyuluh Agama Islam KUA Wanayasa, hadir sebagai pemateri pertama dengan topik “Lima Pilar Keluarga Sakinah”. Toto menjelaskan bahwa membangun keluarga sakinah tidak bisa dilepaskan dari kesungguhan suami-istri dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, saling menguatkan komunikasi, menumbuhkan kasih sayang, menjalankan tanggung jawab bersama, serta membangun kerja sama yang baik.

“Keluarga sakinah adalah dambaan setiap pasangan. Namun, keluarga sakinah tidak lahir dengan sendirinya. Perlu ada usaha bersama dari suami dan istri, yang salah satunya diwujudkan dengan menjaga lima pilar utama. Jika fondasi ini kuat, maka keluarga akan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” jelas Toto di hadapan peserta.

Sesi berikutnya diisi oleh Sri Purwati dari Puskesmas Wanayasa 1, yang membawakan materi mengenai Kesehatan Reproduksi. Ia menekankan bahwa calon pengantin perlu memahami kesehatan reproduksi sejak awal, karena hal ini berkaitan erat dengan keberlangsungan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta generasi yang akan lahir.

“Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat penting, tidak hanya bagi istri tetapi juga suami. Dengan pemahaman yang benar, pasangan dapat menjaga kesehatan diri, merencanakan kehamilan dengan baik, serta mencegah berbagai risiko penyakit. Semua ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan keluarga yang sehat, bahagia, dan harmonis,” terang Sri Purwati.

Para peserta terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi dengan para pemateri, terutama mengenai peran suami dan istri dalam membangun komunikasi, pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik, hingga langkah-langkah pencegahan stunting bagi anak di masa depan.

Kegiatan Bimwin ini tidak hanya bersifat teori, namun juga memberikan ruang interaktif agar calon pengantin dapat memahami peran dan tanggung jawab mereka secara nyata. Hal ini sejalan dengan tujuan KUA Wanayasa untuk menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat, sehingga pernikahan yang dijalani para pasangan bukan hanya sebatas ikatan formal, tetapi juga menjadi jalan untuk meraih ridha Allah Swt.

Dengan adanya bimbingan ini, besar harapan para calon pengantin mampu menerapkan ilmu yang telah didapat, sehingga dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah serta berkontribusi menciptakan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera. (sk, azd)

Skip to content