Banjarnegara (Humas) – Suasana khusyuk menyelimuti kegiatan Kuliah Subuh yang digelar di Masjid Al Hikmah, Desa Lemahjaya, Kecamatan Wanadadi, pada Selasa (17/3/2026). Kegiatan yang diikuti jamaah masyarakat setempat tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, Darojat, sebagai pemateri yang menyampaikan tausiyah tentang tiga jenis manusia saat bulan Ramadan .
Dalam penyampaiannya, Darojat mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum istimewa yang seharusnya dimanfaatkan setiap muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Namun dalam kenyataannya, manusia terbagi menjadi tiga golongan dalam menyikapi datangnya bulan suci tersebut.
Golongan pertama, jelas Darojat, adalah orang yang ketika datang Ramadan menganggapnya sebagai hal yang biasa saja. Mereka tidak menjalankan puasa, tidak melaksanakan shalat tarawih, bahkan tidak tergerak untuk bersedekah.
“Orang yang tidak mempedulikan datangnya Ramadan , tidak berpuasa, tidak tarawih dan tidak memanfaatkan kesempatan untuk beribadah, maka kelak ia termasuk golongan yang celaka, baik di alam kubur maupun di akhirat, karena menyia-nyiakan bulan penuh rahmat dari Allah SWT,” ungkap Darojat di hadapan jamaah.
Golongan kedua adalah mereka yang menjalankan ibadah di bulan Ramadan secara setengah hati. Kadang berpuasa, kadang tidak; kadang melaksanakan tarawih, namun sering meninggalkannya.
Menurut Darojat, sikap ibadah yang tidak sungguh-sungguh tersebut juga termasuk perilaku yang merugikan diri sendiri.
“Ramadan adalah bulan yang sangat singkat dan penuh keutamaan. Jika kita menjalankannya hanya sekadarnya, tanpa kesungguhan dan keistiqamahan, maka kita termasuk orang yang merugi karena tidak memanfaatkan kesempatan emas yang Allah berikan,” jelasnya.
Sementara golongan ketiga adalah orang-orang yang benar-benar memaksimalkan Ramadan dengan berbagai ibadah, seperti berpuasa dengan penuh keimanan, melaksanakan shalat tarawih, memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbanyak amal kebaikan lainnya.
“Mereka yang bersungguh-sungguh memakmurkan Ramadan dengan ibadah akan mendapatkan cahaya, baik di alam kubur maupun di akhirat. Ramadan menjadi jalan keselamatan dan keberkahan bagi kehidupannya,” tutur Darojat.
Melalui kajian tersebut, Darojat mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah Swt.
Kegiatan kuliah subuh berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diharapkan mampu menumbuhkan semangat jamaah untuk semakin memakmurkan bulan suci Ramadan dengan berbagai amal saleh.
Sebagaimana semangat Kementerian Agama, kegiatan pembinaan umat melalui majelis ilmu seperti ini diharapkan terus menjadi sarana penguatan keimanan, peningkatan pemahaman keagamaan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
(NN/azd)
