Kunjungan Penyuluh Agama Islam KUA Rakit dan Pendamping PKH di Desa Badamita, Dorong Kemandirian Penerima Manfaat

Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit, Sodikin, bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Nur Khasan, melaksanakan kunjungan lapangan ke kelompok masyarakat penerima bantuan sosial di Desa Badamita. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan, evaluasi, serta pemutakhiran data penerima manfaat bantuan pemerintah. (20/1/2026)

Dalam kunjungan tersebut, Sodikin selaku Penyuluh Agama Islam KUA Rakit menekankan pentingnya pendampingan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan mental dan spiritual masyarakat. Menurutnya, peran penyuluh agama sangat strategis dalam menumbuhkan kesadaran kemandirian serta rasa tanggung jawab sosial bagi para penerima bantuan.

Sementara itu, Pendamping PKH Nur Khasan, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga difokuskan pada proses graduasi penerima manfaat. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pendampingan dan sensus lapangan, terdapat sejumlah keluarga yang telah menerima bantuan selama lebih dari lima tahun dan dinilai sudah mampu secara ekonomi.

“Penerima yang sudah lima tahun mendapatkan bantuan, atau yang secara kondisi ekonomi sudah mampu, akan diarahkan untuk graduasi. Selain itu, dari hasil sensus, terdapat indikasi bahwa beberapa Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah tidak aktif,” ujar Nur Khasan saat memberikan penjelasan kepada kelompok penerima di Desa Badamita.

Ia menambahkan, proses graduasi ini bukan bentuk penghapusan hak secara sepihak, melainkan upaya penataan agar bantuan sosial tepat sasaran dan dapat dialihkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pendampingan tetap dilakukan agar keluarga yang lulus dari program tetap mampu menjaga kestabilan ekonomi mereka.

Para penerima manfaat menyambut baik kunjungan tersebut dan mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai peserta program bantuan sosial. Diskusi berlangsung terbuka, dengan masyarakat diberi kesempatan menyampaikan kondisi dan kendala yang dihadapi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, pendamping sosial, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, sehingga program bantuan pemerintah tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendorong kemandirian dan kesejahteraan jangka panjang bagi warga Desa Badamita. 

(Sks/ azd)