Langkah Nyata Pembinaan Umat, KUA Purwanegara Tebar Edukasi Spiritual tentang Pemulasaran Jenazah di Majelis Taklim Fathul Huda Pucungbedug

Banjarnegara (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara melalui Penyuluh Agama Islam kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat dengan menggelar pelatihan pemulasaran jenazah bagi jamaah Majelis Taklim Fathul Huda, Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwanegara, pada Kamis (12/2/2016). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Fathul Huda tersebut diikuti oleh hampir 50 jamaah setempat dengan penuh antusias dan kesungguhan.

Pelatihan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam Fungsional, Anugrah Windu Setianingsih,  sebagai pemateri utama. Turut mendampingi dan membantu jalannya acara, Retno Purnawati, yang juga aktif dalam kegiatan pembinaan keagamaan di wilayah tersebut. Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat, namun tetap interaktif karena para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan mempraktikkan langsung tata cara pemulasaran jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Dalam penyampaiannya, Anugrah Windu Setianingsih menekankan bahwa kematian adalah sebuah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. “Kita semua hakikatnya adalah calon mayit. Kematian itu pasti terjadi, dan waktunya adalah rahasia Allah Swt. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan dan di mana ajal akan menjemput,” ungkapnya di hadapan para jamaah.

Ia menjelaskan bahwa mempelajari pemulasaran jenazah merupakan bagian dari fardhu kifayah yang harus dipahami oleh umat Islam. Jika tidak ada seorang pun yang mampu melaksanakannya, maka seluruh masyarakat di lingkungan tersebut dapat menanggung dosa. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini menjadi sangat penting agar di setiap desa terdapat warga yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengurus jenazah sesuai syariat.

Lebih lanjut, Anugrah menyampaikan bahwa melalui pemahaman dan praktik pemulasaran jenazah, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan ilmu teknis, tetapi juga tumbuh kesadaran spiritual tentang kehidupan dan kematian. “Dengan belajar pemulasaran jenazah, kita berharap dapat menjadi pribadi yang lebih siap, lebih ikhlas, dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Ini bukan hanya soal tata cara memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan, tetapi juga tentang mempersiapkan diri kita sendiri,” tambahnya.

Materi yang disampaikan meliputi tata cara memandikan jenazah, mengkafani, hingga penjelasan singkat mengenai pelaksanaan salat jenazah dan adab-adab yang harus dijaga. Para peserta terlihat serius mengikuti setiap tahapan, bahkan beberapa di antaranya mencatat poin-poin penting agar dapat dipraktikkan kembali ketika dibutuhkan di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, H. Solihun selaku tokoh masyarakat sekaligus pengampu Majelis Taklim Fathul Huda menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran para penyuluh dari KUA Purwanegara. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Penyuluh Agama Islam dari KUA Purwanegara yang telah berkenan hadir dan memberikan pelatihan. Kegiatan ini sangat penting bagi kami, karena tidak semua warga memahami tata cara pemulasaran jenazah dengan benar sesuai syariat,” ujar H. Solihun.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, KUA Purwanegara kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pembinaan umat di tingkat kecamatan. Tidak hanya sebatas pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga hadir secara nyata dalam membekali masyarakat dengan ilmu yang aplikatif dan bernilai ibadah, demi terwujudnya masyarakat yang religius, peduli, dan siap menjalankan kewajiban fardhu kifayah di tengah kehidupan bermasyarakat. 

(rp/azd)

Skip to content