Literasi Ramadhan Hari ke-9: Alfaina 5D Ajak Upgrade Iman dan Reboot Hati Sambut Bulan Suci

 Banjarnegara – Program Tantangan Literasi Ramadhan MIFABARA memasuki hari kesembilan dengan semangat yang tak kalah membara. Kali ini, Alfaina, siswi kelas 5D, kembali menghadirkan tulisan reflektif bertema “Selamat Menyambut Ramadhan: Mari Upgrade Iman, Update Amal, dan Download Pahala Sebanyak-banyaknya. Reboot Hati dari Virus Maksiat.”. (27/2)

Dengan gaya bahasa yang kreatif dan dekat dengan kehidupan generasi masa kini, Alfaina mengajak teman-temannya mempersiapkan Ramadhan layaknya memperbarui sistem dalam sebuah perangkat. “Kalau gadget saja butuh update agar tidak lemot, maka hati kita juga butuh upgrade agar tidak kosong dari iman,” tulisnya lugas namun menyentuh.

Dalam tulisannya, Alfaina mengibaratkan maksiat sebagai virus yang diam-diam merusak sistem hati. Rasa iri, malas beribadah, berkata kasar, hingga menunda kebaikan adalah gangguan yang harus segera dibersihkan. “Ramadhan adalah tombol reboot terbaik. Saatnya memulai ulang dengan niat yang lebih bersih dan tekad yang lebih kuat,” lanjutnya penuh harap.

Ia juga menekankan bahwa Ramadhan adalah waktu emas untuk “download pahala” sebanyak mungkin melalui shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, bersedekah, membantu orang tua, dan menjaga lisan. Menurutnya, pahala adalah investasi akhirat yang nilainya tak terhingga. “Jangan sampai sinyal iman kita lemah saat Ramadhan datang,” tulisnya mengingatkan.

Wali kelas 5D memberikan apresiasi atas konsistensi dan kedalaman gagasan Alfaina. “Ia mampu menyampaikan pesan spiritual dengan bahasa yang relevan bagi anak-anak seusianya. Ini menunjukkan bahwa literasi membentuk karakter berpikir yang kreatif dan bernilai,” ujarnya.

Kepala Madrasah MIFABARA, Durotun Nafisah, turut menegaskan pentingnya momentum ini. “Ramadhan bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi ruang pembaruan diri. Tulisan Alfaina mengajak kita semua untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan memperbaiki hati,” tuturnya.

Melalui literasi hari kesembilan ini, Alfaina mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender hijriah. Ia adalah kesempatan memperbarui iman, memperindah amal, dan membersihkan hati dari segala noda. Sebab sejatinya, manusia terbaik bukan yang paling canggih perangkatnya, tetapi yang paling bersih dan kuat imannya. (nas)