Mahasiswa PPL UNSIQ Gelorakan Semangat Dakwah Cilik di MIFABARA melalui Lomba Pidacil Menebar Kebaikan, Pesan Ramadhan Sejak Usia Dini

 Banjarnegara – Semarak Ramadhan 1447 H di MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA) semakin berwarna dengan hadirnya program kreatif dari mahasiswa PPL UNSIQ. Dalam rangka menanamkan nilai-nilai dakwah sejak dini, para mahasiswa menyelenggarakan lomba Pidato Cilik (Pidacil) bertema “Menebar Kebaikan, Pesan Ramadhan Sejak Usia Dini.”(25/2)

Kegiatan ini diikuti antusias oleh siswa dari kelas 1 hingga kelas 5. Dengan penuh percaya diri, para peserta tampil di hadapan dewan juri dan teman-temannya, menyampaikan pesan-pesan Ramadhan dengan gaya khas anak-anak yang polos namun sarat makna. Ada yang berbicara tentang keutamaan puasa, pentingnya menjaga lisan, hingga ajakan berbagi kepada sesama.

Suasana aula madrasah terasa hidup. Tepuk tangan dan dukungan dari teman-teman menambah semangat para peserta. Meski sebagian masih terlihat gugup, keberanian mereka untuk berdiri dan berbicara di depan umum menjadi nilai tersendiri yang membanggakan.

Salah satu mahasiswa PPL UNSIQ menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan sarana pembentukan karakter. “Kami ingin anak-anak belajar menyampaikan kebaikan dengan lisan mereka sendiri. Dari sinilah kepercayaan diri, keberanian, dan kecintaan terhadap dakwah mulai tumbuh,” ujarnya.

Kepala Madrasah turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa PPL tersebut. “Program ini sangat positif. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk melatih anak-anak menjadi pribadi yang berani menyampaikan kebenaran. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan,” tuturnya.

Beberapa orang tua pun tampak haru mendengar putra-putrinya tampil. “Melihat anak kami berani berpidato tentang Ramadhan rasanya bangga sekali. Ini pengalaman luar biasa yang akan selalu kami ingat,” ungkap salah satu wali murid.

Melalui lomba Pidacil ini, Ramadhan di MIFABARA tidak hanya diisi dengan ibadah ritual, tetapi juga penguatan mental dan karakter. Anak-anak belajar bahwa menebar kebaikan bisa dimulai dari kata-kata sederhana, dari suara kecil yang tulus, yang kelak insyaAllah akan tumbuh menjadi gema dakwah yang lebih besar di tengah masyarakat.(nas)