Banjarnegara – Tantangan Literasi Ramadhan MIFABARA memasuki hari kedelapan dengan pesan yang begitu menyentuh dari Chalinda, siswi kelas 5D. Mengangkat tema sederhana namun sarat makna, Chalinda menulis refleksi berjudul “Yang Sedikit Itu Cukup”. Dalam karyanya, ia mengajak pembaca merenungi bahwa Ramadhan mengajarkan arti syukur yang sesungguhnya.
“Catat kawan, Ramadhan mengajarkan bahwa yang sedikit itu cukup. Semoga kita sadar betapa banyak nikmat yang selama ini luput dari ucapan syukur,” tulis Chalinda dalam penggalan karyanya. Kalimat itu menjadi inti pesan bahwa selama ini manusia kerap merasa kurang, padahal nikmat Allah SWT tak pernah berhenti mengalir.
Chalinda menggambarkan bagaimana saat berpuasa, seteguk air dan sebutir kurma terasa begitu berharga. Dari rasa lapar dan dahaga, ia belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari banyaknya harta atau makanan, tetapi dari hati yang mampu mensyukuri apa yang ada. Ramadhan, menurutnya, adalah sekolah kesederhanaan yang melatih jiwa agar tidak berlebihan.
Wali kelas 5D menyampaikan apresiasinya atas tulisan Chalinda. “Pesan yang ia sampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak belajar bahwa inti Ramadhan bukan hanya menahan lapar, tetapi menahan keinginan untuk selalu merasa kurang,” tuturnya.
Kepala Madrasah MIFABARA, Durotun Nafisah, juga memberikan tanggapan penuh harap. “Tulisan Chalinda mengingatkan kita semua untuk kembali pada rasa syukur. Jika anak-anak sudah mampu memahami nilai ini sejak dini, insyaAllah mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang qana’ah dan bijaksana,” ujarnya.
Salah satu orang tua siswa turut mengungkapkan rasa bangganya. “Kadang justru anak-anak yang mengingatkan kita tentang arti cukup. Tulisan seperti ini membuat kami ikut merenung,” katanya haru.
Melalui literasi hari kedelapan ini, Chalinda menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi bulan pembelajaran hati. Bahwa dari yang sedikit, Allah SWT mengajarkan rasa cukup. Dari rasa cukup, tumbuh syukur. Dan dari syukur, lahirlah kebahagiaan yang tak ternilai. (nas)
