Masa Purna ASN Bukan Akhir Dari Aktivitas Dan Kreativitas

Banjarngara – Pelepasan pegawai Kantor Urusan Agama kecamatan Susukan, Akhmad Setiabudi yang telah memasuki masa purna tugas/pensiun. Pada hari Rabu, 3 November 2021, seluruh pegawai Kantor Urusan Agama Susukan dan juga Penyuluh agama mengikuti acara pelepasan purna tugas. Hadir pada kesempatan tersebut Kasi Bimas Islam kankemenag Banjarnegara, Ali Mustofa.  

Acara pelepasan mulai pukul 13.00 wib, diawali dengan sambutan Kepala KUA Susukan Afif Sarianto. Beliau menyampaikan ucapan selamat memasuki masa purna bakti kepada Akhmad Setiabudi.

“Semoga masa pensiun ini dapat dinikmati dengan penuh rasa kebahagian dan suka cita. saya sebagai kepala KUA secara pribadi dan juga mewakili pegawai KUA dan penyuluh agama meminta maaf yang setulus-tulusnya, masa pensiun bukan akhir dari proses aktivitas dan kreativitas, otak harus terus dirangsang untuk terus berfikir dan berfikir. Pengabdian tidak berhenti hanya karena kita memasuki purna tugas. setelah masa pensiun, semangat dan optimisme harus tetap menyala. Kontribusi seorang pensiunan justru semakin nyata dan diperlukan pada saat ia terjun dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Kasi Bimas Islam Kankemenag Banjarnegara, Ali Mustofa dalam kesempatan ini menyampaikan dengan berkurangnya sumber daya manusia khususnya pegawai di KUA kecamatan Susukan dengan purnanya saudara Akhmad Setiabudi, beliau berharap agar segenap pegawai yang ada di KUA untuk diberdayakan dalam pelayanan di KUA.

“Semua pegawai yang ada di KUA untuk dimaksimalkan potensinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, melayani lapisan masyarakat dengan pelayanan prima, apapun pakaiannya atau penampilannya tetap kita layani dengan baik untuk mempertahankan kredibilitas Kemenag, jangan membeda-bedakan dalam pelayanan, jangan diskriminatif,” tegasnya.

Ali menambahkan agar pegawai Kementerian Agama khususnya KUA Susukan untuk tetap sebagai pioner dan corong garda terdepan sebagai duta prokes pencegahan penularan Covid 19. Pegawai KUA didalam tugas tidak membeda-bedakan, semua dilayani dengan baik.

Akhmad Setiabudi bercerita tentang pengalaman menjadi pegawai di KUA dari awal sampai pensiun. Beliau mulai mengabdi di kemenag mulai tahun 1986, masa jabatan kurang lebih 36 tahun, banyak suka duka yang dijalani.

“Saya mengucapakan permohonan maaf kepada Kasi, kepala KUA, penyuluh dan seluruh Pegawai KUA, mungkin  selama kebersamaan dalam bekerja banyak berbuat salah, dan terima kasih kepada semua yang telah membantu bekerjasama sebagai partner kerja demi untuk kebaikan bersama,” terangnya

Di penghujung acara, Ali Mustofa menyerahkan sebuah tanda mata sebagai ungkapan tali asih kepada Akhmad Setyabudi. Kesempatan inipun tidak disia-siakan untuk  berfoto bersama keluarga besar Kantor Urusan Agama kecamatan Susukan. Keceriaan pun mewarnai akhir acara, seolah menutup kabut kesedihan yang sempat terbersit di awal acara. Lantunan doa oleh Parmono menjadi saksi dan harapan di akhir pelepasan. (yay/ak)