Banjarnegara (Humas) – Semangat berbagi dan ketaatan dalam beribadah terus dipupuk di tengah masyarakat Desa Babadan. Pada Selasa (5/5/2026), Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan bagi puluhan anggota Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Jengkol, Desa Babadan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini bertempat di kediaman salah satu peserta, Painah, yang berlokasi di wilayah RT 01 RW 05 Desa Babadan. Sebanyak 30 orang anggota PKH tampak antusias mengikuti jalannya penyuluhan meski di tengah kesibukan harian mereka. Turut hadir mendampingi para peserta adalah Pendamping PKH Desa Babadan, Noviatun Salamah.
Dalam bimbingannya yang bertajuk “Masihkah Kita Enggan Berkurban?”, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa ibadah kurban bukan semata-mata soal kemampuan finansial yang melimpah, melainkan soal niat dan ketakwaan. Mengingat Idul Adha yang kian mendekat, Syaiful mengajak para ibu anggota PKH untuk mulai menata niat dan menyisihkan sedikit demi sedikit rezeki yang dimiliki.
“Jangan tunggu kaya untuk berkurban. Karena justru dengan berkurban, Allah akan menambah keberkahan rezeki kita. Kurban adalah bentuk syukur atas nafas dan kesehatan yang masih kita nikmati hingga hari ini,” tegas Syaiful di hadapan para peserta.
Beliau juga menjelaskan mengenai filosofi kurban sebagai sarana menyucikan jiwa dari sifat kikir dan kecintaan yang berlebihan terhadap dunia. Syaiful memberikan tips praktis mengenai sistem tabungan kurban yang bisa dilakukan secara kolektif agar beban terasa lebih ringan.
Sementara itu, Noviatun Salamah selaku Pendamping PKH Desa Babadan menyambut positif inisiatif bimbingan religi ini. Menurutnya, penguatan mental dan spiritual sangat dibutuhkan oleh keluarga penerima manfaat agar tetap optimis dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama dari KUA. Materi ini sangat menyentuh dan relevan. Kami berharap melalui bimbingan ini, ibu-ibu anggota PKH tidak hanya fokus pada bantuan yang diterima, tetapi juga tumbuh semangatnya untuk bisa memberi dan berbagi kepada sesama melalui ibadah kurban,” ujar Noviatun Salamah.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai fiqih ibadah kurban. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Jengkol semakin termotivasi untuk melaksanakan ibadah kurban, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga dan tokoh agama di wilayah Pagentan.
(msa/azd)







