Banjarnegara – Kelas 5D MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali menghadirkan suasana belajar yang kreatif dan menyenangkan. Pada pembelajaran Pancasila kali ini, guru menerapkan metode “Oseng Odeng” sebuah pendekatan berbasis permainan masak-masakan yang akrab dengan dunia anak, khususnya permainan yang kerap dimainkan oleh anak perempuan.(25/11)
Metode Oseng Odeng ini terinspirasi dari aktivitas menumis (oseng) dalam bahasa Jawa dan makanan anak bernama odeng yang berbentuk segi panjang berwarna kecoklatan. Dalam pembelajaran, odeng diganti dengan potongan kardus yang dibuat menyerupai bentuk makanan tersebut. Pada setiap “odeng” ditempel berbagai pernyataan tentang sejarah lahirnya Pancasila.
Para siswa terlihat antusias ketika seluruh potongan kardus diletakkan di sebuah wajan besar dan di oseng-oseng layaknya sedang memasak. Setelah cukup diaduk, setiap siswa harus mengambil beberapa “odeng” tersebut lalu memasukkannya ke dalam cup yang telah ditempeli kategori pernyataan tertentu. Tugas mereka adalah mencocokkan isi cup dengan pernyataan yang benar sesuai tema sejarah Pancasila.
Setelah cup terisi lengkap, siswa menyajikannya di nampan dan membawanya ke “kasir”, yaitu guru, untuk dilakukan pengecekan. Jika seluruh jawaban benar, siswa langsung mendapatkan bintang atau stiker Smart. Jika masih ada yang salah, mereka diberi kesempatan kembali untuk melakukan proses oseng odeng ulang hingga menemukan potongan pernyataan yang tepat.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, namun juga membantu siswa memahami sejarah Pancasila secara lebih mendalam melalui pengalaman bermain yang bermakna. Dengan metode kreatif seperti ini, diharapkan siswa semakin mudah mengingat materi serta termotivasi untuk belajar lebih giat.
Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, memberikan apresiasi atas kreativitas pembelajaran ini. Beliau menyampaikan, “Metode pembelajaran seperti Oseng Odeng ini sangat kami dukung karena mampu menghidupkan kelas dan membuat anak-anak lebih mudah memahami materi. Ketika siswa belajar sambil bermain, mereka tidak hanya senang tetapi juga lebih cepat menangkap konsep penting dalam pelajaran.”
Pembelajaran Oseng Odeng di kelas 5D pun menjadi bukti bahwa proses belajar dapat dikemas secara interaktif tanpa meninggalkan esensi penting dari materi yang dipelajari. Guru dan siswa sama-sama menikmati pengalaman belajar penuh keceriaan di ruang kelas.(nas)







