Banjarnegara – Awal Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan. Hal itulah yang tampak di ruang kelas 1 MI Al Fatah Parakancanggah. Mengawali rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadhan 1447 H, para siswa mengikuti pembelajaran spesial tentang adab berpuasa yang disampaikan oleh guru Al-Qur’an Hadist, Mahmudah.(3/3)
Meski masih duduk di bangku kelas 1, para siswa terlihat antusias menyimak setiap penjelasan. Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, Mahmudah mengajak para siswa memahami bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kejujuran serta kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatan manusia.
“Anak-anak, walaupun tidak ada orang tua atau guru yang melihat, Allah tetap melihat kita. Di situlah kita belajar jujur dalam berpuasa,” tutur Mahmudah di hadapan para siswa.
Dalam penyampaiannya, Mahmudah menekankan beberapa nilai penting yang harus dijaga saat berpuasa. Di antaranya adalah menahan amarah dan menjaga lisan. Ia menjelaskan bahwa ketika berpuasa, seseorang tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga belajar mengendalikan emosi serta menghindari perkataan yang dapat menyakiti orang lain.
“Puasa adalah latihan kesabaran. Jika kita bisa menahan marah dan menjaga kata-kata, maka puasa kita akan semakin bernilai di hadapan Allah,” jelasnya.
Suasana kelas semakin hidup ketika sesi tanya jawab dimulai. Salah satu siswa bernama Azfar dengan penuh percaya diri mengangkat tangan dan bertanya tentang bagaimana cara tetap sabar ketika diganggu teman saat sedang berpuasa. Pertanyaan sederhana itu mengundang senyum guru dan teman-temannya, sekaligus menunjukkan bahwa para siswa mulai memahami nilai-nilai yang diajarkan.
Mahmudah pun menjawab dengan pendekatan yang mudah dipahami anak-anak. Ia mengibaratkan puasa seperti sebuah benteng yang menjaga diri dari perbuatan buruk.
“Puasa itu seperti benteng. Kalau kita marah-marah atau berkata tidak sopan, bentengnya bisa retak. Maka tugas kita adalah menjaga benteng itu tetap kuat,” pesannya.
Kegiatan sederhana di ruang kelas tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan sejak dini. Melalui pembelajaran yang hangat dan penuh makna, siswa tidak hanya belajar tentang puasa sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai sarana membentuk pribadi yang sabar, jujur, dan berakhlak mulia.
Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, MI Al Fatah Parakancanggah terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan keindahan akhlak pada setiap siswanya.(mac/nas)
