Banjarnegara – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat tampak di ruang kelas 3D MIFABARA pada Senin pagi, (2/3). Para siswa mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an yang dikemas secara interaktif sebagai bagian dari praktik langsung mata pelajaran Al-Qur’an Hadist, khususnya pada materi hukum bacaan Mad Thabi’i.
Di bawah bimbingan guru kelas 3D, Fatmah, kegiatan tadarus kali ini tidak sekadar membaca Al-Qur’an secara bergiliran. Para siswa diajak belajar dengan metode talaqqi dan mushafahah atau saling menyimak bacaan teman. Melalui metode tersebut, siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk saling mendengarkan dan mengoreksi bacaan satu sama lain.
Metode ini bertujuan agar siswa mampu memahami secara langsung konsep Mad Thabi’i. Salah satu momen menarik terlihat ketika Alesha, siswi kelas 3D, membacakan beberapa ayat Al-Qur’an dengan tartil. Dengan penuh percaya diri, ia mempraktikkan hukum Mad Thabi’i yang telah dipelajari. Sementara itu, teman-temannya menyimak dengan serius, memperhatikan setiap panjang pendek bacaan yang dilafalkan.
“Melalui kegiatan saling menyimak ini, anak-anak belajar menjadi lebih peka terhadap hukum bacaan. Jika ada teman yang membaca terlalu pendek atau terlalu panjang, mereka akan saling mengingatkan. Ini cara yang efektif untuk mengetahui sejauh mana mereka memahami materi tajwid,” jelas Fatmah di sela-sela kegiatan.
Suasana pembelajaran terasa hidup dan penuh kebersamaan. Para siswa tidak hanya membaca, tetapi juga belajar mendengarkan dengan cermat serta memberikan koreksi secara santun. Metode ini sekaligus melatih keberanian siswa untuk tampil membaca Al-Qur’an di depan teman-temannya.
Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, mengapresiasi kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang dilakukan secara kreatif dan aplikatif tersebut. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik harus ditanamkan sejak dini melalui metode yang menyenangkan.
“Belajar Al-Qur’an tidak cukup hanya teori. Anak-anak perlu ruang untuk praktik, saling menyimak, dan memperbaiki bacaan bersama. Dari sinilah tumbuh generasi Qur’ani yang tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami adab dan keindahan bacaan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Kegiatan tadarus interaktif ini menjadi bagian dari upaya MIFABARA dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Dengan suasana belajar yang suportif dan penuh semangat, para siswa diharapkan semakin percaya diri membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar serta hati yang penuh kecintaan kepada Kalamullah.(mac/nas)
