Banjarnegara – Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan kepedulian sosial kepada para siswa. Hal itulah yang dilakukan MIFABARA melalui rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadhan 1447 H. Pada Rabu (4/3), suasana religius terasa di ruang kelas 2 saat para siswa mengikuti materi inspiratif tentang dua amalan yang menjadi kunci menuju surga, yakni membaca sholawat dan bersedekah.
Materi tersebut disampaikan oleh Umar, guru mata pelajaran Fiqih di MIFABARA. Dalam pemaparannya, Umar menekankan pentingnya membiasakan membaca sholawat sebagai bentuk cinta kepada Nabi Muhammad SAW. “Anak-anak, membaca sholawat itu tanda cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan satu kali sholawat saja, Allah membalasnya dengan sepuluh kebaikan. Bayangkan jika kita membacanya setiap hari,” tutur Umar di hadapan para siswa.
Selain sholawat, Umar juga menanamkan nilai keindahan sedekah kepada para siswa. “Jangan menunggu kaya untuk berbagi, dan jangan biarkan hari berlalu tanpa bersholawat kepada Rasulullah. Dua amalan ini sederhana, tetapi sangat dicintai Allah,” pesannya.
Suasana pembelajaran terasa hidup dan penuh antusias. Para siswa tampak aktif mengikuti materi, bahkan beberapa di antaranya berani mengajukan pertanyaan. Calista, siswi kelas 2 yang terlihat sangat bersemangat menyimak setiap penjelasan.
Dengan wajah ceria, Calista mengaku termotivasi untuk mengamalkan pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. “Tadi Ustadz Umar bilang kalau kita sering sholawat, nanti Nabi akan membantu kita di hari kiamat. Terus kalau sedekah, pahala kita seperti menabung untuk masa depan. Calista ingin coba melakukannya setiap hari,” ujarnya polos namun penuh semangat.
Kepala MIFABARA, menyampaikan bahwa kegiatan Amaliyah Ramadhan dirancang bukan sekadar mengisi kegiatan selama bulan puasa, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter religius siswa.
“Ramadhan adalah madrasah terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak, dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap anak-anak tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga terbiasa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, MIFABARA terus berupaya menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang lembut, cinta kepada Rasulullah, dan gemar berbagi kepada sesama. Di bulan penuh berkah ini, nilai-nilai kebaikan diharapkan tumbuh dan bersemi dalam diri setiap siswa.(mac/nas)
