Menghadirkan Spirit Hari Tasyrik, Penyuluh KUA Pagentan Berikan Bimbingan Keagamaan bagi Wali Siswa KB Pertiwi Sehat

Banjarnegara (Humas) – Bertempat di salah satu ruang kelas Kelompok Bermain (KB) Pertiwi Sehat Plumbungan, Kecamatan Pagentan, suasana khidmat menyelimuti kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan pada Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, ini dihadiri oleh 22 orang jamaah yang seluruhnya merupakan wali siswa KB Pertiwi Sehat sekaligus anggota Majelis Taklim (MT) Ash Shihhah Plumbungan.

Mengangkat tema “Menghadirkan Spirit Hari Tasyrik,” bimbingan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai makna spiritual di balik hari-hari tasyrik yang jatuh setelah Hari Raya Idul Adha. Dalam penyuluhannya, M. Syaiful Abidin menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah, dzikir, dan rasa syukur, tidak hanya saat perayaan kurban berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari Tasyrik bukan sekadar waktu untuk menikmati hidangan daging kurban, melainkan momentum emas untuk mengagungkan nama Allah melalui takbir dan dzikir. Spirit inilah yang harus kita bawa pulang ke rumah. Sebagai orang tua, menghadirkan ekosistem rumah tangga yang penuh dengan rasa syukur dan kalimah thayyibah akan sangat membekas pada pembentukan karakter anak-anak kita,” ujar M. Syaiful Abidin di sela-sela pemaparannya.

Para peserta yang mayoritas adalah ibu-ibu terlihat sangat antusias menyimak materi. Interaksi dua arah terjalin hangat saat sesi tanya jawab mengenai fikih kurban dan amalan di hari tasyrik dibuka.

Kegiatan positif ini pun mendapat apresiasi yang tinggi dari pihak pengelola institusi dan majelis taklim setempat. Turipah, selaku Wakil Ketua MT Ash Shihhah Plumbungan yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Kepala KB Pertiwi Sehat Plumbungan, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sinergi yang dihadirkan oleh KUA Pagentan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Syaiful atas pencerahannya hari ini. Bagi kami para wali murid, bimbingan seperti ini sangat berharga. Selain mempertebal keimanan, materi yang disampaikan sangat relevan dengan peran kami dalam mendidik anak-anak di rumah agar tumbuh dengan nilai-nilai islami sejak dini,” tutur Turipah.

Melalui bimbingan berkala seperti ini, KUA Pagentan berharap dapat terus mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan literasi keagamaan masyarakat di tingkat pemukiman dan lembaga pendidikan anak usia dini. 

(msa/azd)

Skip to content