Mengusung Tema “Madrasah Literat Madrasah Hebat, Madtsansa Tebar Manfaat” MTs Negeri 1 Banjarnegara Tampilkan Kelas Unggulan dan Produk P5RA di Festival Literasi 2025

Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menorehkan kiprahnya di ajang bergengsi tingkat kabupaten. Dalam rangkaian Festival Literasi Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara pada Selasa–Kamis (21–23/10), madrasah yang dikenal dengan sebutan Madtsansa ini tampil memukau dengan memamerkan karya dan inovasi unggulannya.

Kegiatan tahunan yang diikuti oleh berbagai lembaga baik pendidikan maupun UMKM ini menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat literasi, kreativitas, dan kewirausahaan di kalangan pelajar dan masyarakat. MTs Negeri 1 Banjarnegara tampil dengan konsep pameran yang mengangkat tema “Madrasah Literat, Madrasah Hebat, Madtsansa Tebar Manfaat”, menghadirkan tiga kelas unggulannya Tahfiz, Riset, dan Sastra Seni serta produk-produk hasil kegiatan P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin).

Dalam stand pamerannya, Madtsansa menampilkan beragam karya, prestasi dan profil dari masing-masing kelas unggulan. Kelas Tahfiz memperlihatkan dokumentasi program hafalan Al-Qur’an, video kegiatan tadarus dan wisuda tahfiz, serta karya poster bertema Cinta Al-Qur’an. Kelas Riset menampilkan hasil penelitian siswa dalam berbagai bidang, mulai dari sains, sosial, hingga teknologi sederhana. Adapun kelas Sastra Seni mempersembahkan antologi puisi, kumpulan cerpen, serta karya ilustrasi digital hasil olah rasa dan cipta siswa.

Tidak hanya itu, Madtsansa juga memperkenalkan produk-produk inovatif hasil proyek P5RA, seperti minuman herbal racikan siswa, tote bag ramah lingkungan, mug bertema literasi, dan hiasan dinding kampanye anti bullying. Seluruh karya tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung festival.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, mengungkapkan kebanggaannya terhadap partisipasi para guru dan siswa dalam ajang literasi tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan bangga, karena di tahun pertama penyelenggaraan Festival Literasi di Banjarnegara Madtsansa diundang untuk tampil dengan karya yang variatif dan bermakna. Festival Literasi ini bukan sekadar pameran, tetapi juga bukti nyata bahwa budaya literasi sudah tumbuh kuat di lingkungan madrasah kami. Anak-anak kami tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga berkarya dan berinovasi,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana dari Madtsansa, Linara, menjelaskan bahwa persiapan untuk mengikuti Festival Literasi 2025 tergolong sangat singkat.

“Kami diundang dalam rapat koordinasi Festival Literasi tahun 2025 ini sekitar 1 minggu sebelum pelaksanaan. Jadi persiapan kami tidak lama. Namun Alhamdulillah kami dapat menyiapkan semuanya dengan semangat kolaborasi. Setiap kelas unggulan menampilkan keunggulannya masing-masing. Kami ingin menunjukkan bahwa literasi di Madtsansa bukan hanya sebatas buku, tetapi mencakup keterampilan berpikir, berkreasi, dan berkarakter,” tutur Linara.

Agar tampilan stand semakin menarik, Ahmad Munir Effendi selaku koordinator dekorasi stand turut berperan penting dalam menata konsep visual pameran.

“Kami menata stand dengan nuansa literasi yang simpel namun menarik. Warna-warna biru dan putih menjadi pilihan kami untuk mengharmoniskan dengan warna logo Madtsansa. Alhamdulillah terasa  sejuk dan bersahaja. Kami ingin pengunjung merasakan kehangatan dan semangat literasi begitu memasuki stand Madtsansa,” ungkap Munir.

Dari sisi kelas unggulan, para koordinator turut memberikan pandangannya mengenai kontribusi bidang masing-masing. Hj. Tri Widayati, koordinator kelas unggulan Riset, menegaskan bahwa riset di Madtsansa menjadi sarana bagi siswa untuk berpikir kritis dan ilmiah.

“Kami ingin membiasakan siswa untuk mencari tahu, bukan hanya menerima. Produk riset yang kami tampilkan di festival ini merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek yang memupuk kemampuan analisis dan kreativitas mereka,” jelasnya.

Koordinator kelas unggulan Tahfiz, Khoerul Mahbub Alhafidz, menambahkan bahwa literasi Al-Qur’an juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa Madtsansa.

“Tahfiz bukan hanya menghafal, tapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Itulah literasi spiritual yang kami kembangkan,” paparnya.

Sementara itu, Ki Sarno, koordinator kelas Sastra Seni, menilai festival ini sebagai ajang ekspresi yang tepat bagi para siswa yang mencintai dunia seni dan bahasa.

“Sastra dan seni adalah jembatan emosi dan nilai. Lewat karya puisi, cerpen, hingga ilustrasi, siswa kami belajar menyampaikan pesan kebaikan dan keindahan. Inilah wujud literasi rasa yang kami bangun,” ujarnya dengan penuh makna.

Adapun Asih Wijayanti, koordinator produk P5RA menuturkan bahwa karya yang dihasilkan siswa bukan sekadar produk, tetapi sarana pembelajaran karakter.

“Setiap produk yang ditampilkan, seperti minuman herbal dan hiasan dinding anti bullying, memiliki pesan nilai kehidupan. Kami ingin siswa menjadi kreatif sekaligus peduli terhadap lingkungan sosialnya,” jelas Asih.

Dengan partisipasinya dalam Festival Literasi 2025, MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali membuktikan diri sebagai madrasah yang konsisten mengembangkan budaya literasi secara menyeluruh mencakup literasi baca-tulis, literasi sains, literasi seni, hingga literasi spiritual dan sosial.

Melalui semangat kolaborasi antara guru dan siswa, Madtsansa tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga sebagai teladan bagi lembaga pendidikan lain dalam menumbuhkan ekosistem literasi yang hidup, kreatif, dan berkarakter. (Fy/La)

Skip to content