Banjarnegara (Humas) – Konsistensi dalam menjalankan ibadah menjadi tantangan tersendiri bagi setiap Muslim setelah melewati momentum-momentum besar keagamaan. Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, Sutrisno, menggelar bimbingan dan penyuluhan (Binluh) bagi puluhan ibu-ibu di Desa Plumbungan pada Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang bertempat di Majelis Taklim Khoirunnisa’ ini dihadiri oleh sekitar 40 jamaah yang tampak antusias mengikuti jalannya kajian sejak pagi hari. Mengambil tema “Istiqomah Beribadah dalam Keseharian”, penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan penguatan spiritual agar masyarakat tetap teguh menjalankan perintah agama di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.
Dalam paparannya, Sutrisno menekankan bahwa kualitas seorang mukmin tidak hanya dilihat dari besarnya amalan yang dilakukan sesekali, melainkan dari keberlanjutan (kontinuitas) amalan tersebut meski dalam skala kecil. Beliau mengingatkan bahwa godaan kemalasan seringkali muncul saat rutinitas duniawi mulai padat.
“Istiqomah itu memang berat, karena hadiahnya adalah surga. Jika ringan, hadiahnya mungkin hanya kipas angin. Kita tidak perlu memaksakan amalan yang sangat besar dalam satu waktu, tapi carilah amalan yang mampu kita jaga setiap hari. Allah lebih mencintai amalan yang sedikit namun dilakukan secara terus-menerus (dawam),” ujar Sutrisno, S.S. di hadapan para jamaah.
Beliau juga membagikan tips praktis agar tetap istiqomah, di antaranya dengan menjaga niat yang ikhlas, mencari lingkungan pertemanan yang saling mengingatkan dalam kebaikan, serta selalu berdoa memohon keteguhan hati kepada Sang Pencipta.
Kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan ini mendapat sambutan hangat dari pengurus dan anggota majelis. Ustazah Siti Mafrukhah, selaku Ketua Majelis Taklim Khoirunnisa’, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bimbingan rutin yang diberikan oleh pihak KUA. Menurutnya, siraman rohani seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga semangat jamaah.
“Kami sangat bersyukur Pak Sutrisno berkenan hadir langsung ke Desa Plumbungan. Tema istiqomah ini sangat relevan bagi ibu-ibu di sini. Kadang semangat kami naik-turun karena kesibukan di sawah atau rumah tangga, jadi perlu diingatkan kembali bahwa ibadah adalah pondasi utama hidup kita. Semoga silaturahmi dan bimbingan ini terus berlanjut,” ungkap Ustazah Siti Mafrukhah.
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini merupakan bagian dari program kerja rutin KUA Pagentan melalui para penyuluhnya untuk hadir di tengah masyarakat. Selain memberikan materi tentang ibadah, penyuluh juga seringkali menyisipkan pesan-pesan moderasi beragama dan penguatan keluarga sakinah.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama. Dengan adanya bimbingan ini, diharapkan jamaah Majelis Taklim Khoirunnisa’ semakin mantap dalam beribadah dan mampu menjadi teladan kebaikan di lingkungan Desa Plumbungan.
(3S/azd)







