Jangan Tunggu Punya Anak Baru Berdiskusi, Penghulu KUA Kalibening Ajak Calon Pengantin Siapkan Pola Asuh

Banjarnegara (Humas) – Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Teguh Arifudin, melaksanakan pemeriksaan berkas sekaligus memberikan Bimbingan Perkawinan kepada calon pengantin, Senin (5/10/2026). Dalam bimbingan tersebut, calon pengantin mendapatkan materi tentang membangun kesepakatan sebelum memiliki anak, khususnya terkait pengasuhan, pendidikan, dan pembagian peran dalam keluarga.

Teguh mengajak calon pengantin memahami bahwa kehadiran anak dalam rumah tangga membutuhkan kesiapan dari kedua orang tua. Kesepakatan mengenai pola pengasuhan dan pendidikan sebaiknya dibicarakan sejak sebelum memiliki anak agar pasangan memiliki arah yang sama dalam menjalankan tanggung jawab keluarga.

Menurut Teguh, perbedaan pandangan antara suami dan istri dalam mendidik anak merupakan hal yang mungkin terjadi. Namun, perbedaan tersebut perlu diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan kesediaan untuk saling memahami.

“Menyiapkan pola pengasuhan tidak harus menunggu setelah memiliki anak. Justru sejak sebelum menikah, pasangan perlu membicarakan nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada anak, bagaimana pendidikannya, serta bagaimana pembagian peran dalam mendampingi tumbuh kembang mereka,” jelas Teguh.

Selain pengasuhan dan pendidikan, pembagian peran menjadi bagian penting yang perlu disepakati bersama. Suami dan istri diharapkan tidak memandang tanggung jawab keluarga sebagai beban salah satu pihak, tetapi sebagai tanggung jawab bersama yang dapat dijalankan sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.

Bimbingan tersebut juga mengingatkan calon pengantin bahwa keluarga membutuhkan kerja sama dalam setiap tahap kehidupan. Kesepakatan yang dibangun sejak awal dapat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai persoalan rumah tangga, termasuk ketika nantinya memasuki fase pengasuhan anak.

Melalui pembekalan tersebut, calon pengantin diharapkan semakin siap membangun keluarga yang tidak hanya harmonis bagi pasangan, tetapi juga mampu menjadi lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang anak. 

(WHA/azd)