Menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi, MTs N 1 Banjarnegara Terus Bersinergi

Banjarnegara – Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang telah berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah. Sementara Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup untuk mempromosikan pengetahuan dan kesadaran di kalangan warga sekolah untuk melindungi lingkungan.

Sekolah adiwiyata memiliki empat komponen yakni kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, kurikulum sekolah berbasis lingkungan, kegiatan sekolah berbasis partisipasi serta pengelolaan sarana dan prasarana pendukung ramah lingkungan.

MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai madrasah yang telah mendapatkan berbagai predikat yakni Sekolah Adiwiyata Kabupaten Banjarnegara Tahun 2023, Madrasah Sehat tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024, dan Madrasah dengan PJAS aman oleh BPOM Semarang tahun 2024, berkomitmen untuk dapat melengkapi predikatnya dengan mengikuti penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP).

Menuju penilaian (CSAP)  yang akan dilaksanakan pada bulan Februari mendatang maka tim adiwiyata Madtsansa bergegas untuk melengkapi semua indikator dengan melakukan koordinasi. Rapat koordinasi dilaksanakan pada Kamis (16/1) di ruang tamu kepala madrasah.

Yatiman, kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam pengarahannya menyampaikan kesiapan Madtsansa.

“Sekolah adiwiyata itu bukan perlombaan, melainkan penilaian atas budaya dan berbagai pembiasaan yang terkait dengan lingkungan hidup. Saya yakin, kita telah mempunyai spirit budaya peduli lingkungan hidup. Jadi tugas kita sekarang adalah menunjukkan potret kepedulian seluruh warga Madtsansa kepada lingkungan hidup yang tertuang dalam kuisioner – kuisioner penilaian. Insya Allah kita sangat siap!” ucap Yatiman.

Sementara itu, Nurwachidin Supriyatno yang merupakan ketua tim adiwiyata Madtsansa mengaku optimis.

“Kita telah teruji dalam beberapa kali penilaian untuk beberapa predikat. Bismillah… Madtsansa akan sukses meraih predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi. Tentu dengan dukungan dan komitmen bersama dari seluruh warga madrasah. Mari bersinergi,” ujar Nurwachidin Supriyatno.

“Saya akan terus berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup kabupaten Banjarnegara terkait pemenuhan kuisioner. Kita juga akan terus menjalin kerja sama untuk pendampingan dengan dinas-dinas terkait seperti dinas kesehatan dan puskesmas Banjarnegara 1.” Imbuhnya.

Menuju penilaian CSAP, MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berupaya semaksimal mungkin untuk dapat melengkapi data dua tahun terakhir berkaitan dengan enam langkah GBPLHS yang menjadi syarat dari penilaian sekolah adiwiyata provinsi. (Lin)