Banyumas – Delapan puluh sembilan guru MAN 2 Banjarnegara antusias mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bersama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se Banyumas Raya. (16/1)
Bertempat di MAN 2 Banyumas, kegiatan yang diprakarsai oleh K4MAN se Banyumas Raya ini berlangsung lancar dan diikuti dengan penuh antusias. Utamanya dari rombongan guru MAN 2 Banjarnegara. Dengan armada 3 bus, segenap guru yang tergabung dalam 22 mata pelajaran memulai perjalanan dari madrasah pada pukul 7 pagi. Kelompok mata pelajaran tersebut ialah Fikih/Usul Fikih, Quran Hadist, Akidah Akhlak, SKI, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Pendidikan Pancasila, Penjasorkes, Seni Budaya, Informatika, Prakarya, Matematika,Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Bimbingan Konseling.
Sampai di lokasi, rombongan disambut dengan hangat oleh sang tuan rumah dengan tak lupa membuat video dokumentasi. Menempati barisan terdepan, rombongan MAN 2 Banjarnegara nampak kompak mengikuti kegiatan dari pra-acara hingga penutupan. Kegiatan MGMP Bersama ini dibuka resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Faridi.
Dalam sambutannya, Ahmad mengapresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan yang terselenggara.
“Tepuk tangan untuk MGMP Bersama ini, inisiatif dan kolaboratifnya luar biasa melaksanakan ajang pengembangan diri sekaligus silaturahmi ini. Semoga dapat menjadi pemantik MGMP Mapel tingkat Jateng selanjutnya,” ujarnya.
Ia pun menguraikan beberapa hal penting kaitannya dengan pendidikan di madrasah saat ini. Pemaparan tersebut diantaranya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pengembangan diri guru, sertifikasi yang diperoleh guru, aturan lima hari kerja, hingga pesan mengenai bullying dan pelecehan seksual.
Terakhir, Ahmad Faridi bersepan untuk menjaga pergaulan antar warga madrasah di lingkungan madrasah Aliyah.
“Mari kita jaga bersama dan senantiasa mengupayakan lingkungan madrasah yang sehat pergaulannya, baik kepala dengan guru, kepala dengan siswa, guru dengan guru, guru dengan siswa bahkan siswa dengan siswa,” pungkasnya. (ka)
