Mts N 1 Banjarnegara Gelar Program Unggulan dalam PPDB Daring

Banjarnegara –MTs N 1 Banjarnegara menggelar sosialisasi PPDB secara daring, kepada kepala SD/MI di wilayah Banjarnegara. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak Kamis, (24/3)

Pendaftaran siswa baru di MTs N 1 Banjarnegara diharapkan para calon peserta untuk segera melakukan pendaftaran secara online melalui Google Form yang telah diberikan melalui grup kelas 6 masing-masing sekolah.

Panitia PPDB, Nurwachidin mengatakan bahwa sosialisasi langsung sangat perlu dilakukan dengan tujuan menyakinkan wali murid baik SD/MI di Banjarnegara untuk memasukan putra putrinya di Madrasah. “Sosialisasi ini memberikan informasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) dan juga tiga program unggulan yang ada di MTs N 1 Banjarnegara,” ucapnya.

Program unggulan yang pertama adalah Kelas Tahfidz, kemudian Kelas Riset, dan terakhir kelas Menulis,imbuhnya.

Kelas Tahfidz ini bertujuan untuk menumbuhkan generasi penghafal Al-Qur’an, menumbuhkan kesadaran bahwa Al-Qur’an sebagai ruh sinergitas dengan keilmuan yang lainnya, selain itu kelas Tahfidz juga mendorong lahirnya generasi Al-Qur’an yang memiliki aqidah yang benar, berprestasi, disiplin, mandiri, dan berakhlaqul karimah.

Untuk kelas Riset sendiri bertujuan untuk menggali potensi riset peserta didik, mencetak mental peneliti sejak dini, memecahkan masalah sederhana yang terjadi sehari-hari yang berimplikasi dalam kehidupan masyarakat sekelilingnya.

Kemudian di kelas menulis sendiri bertujuan menumbuhkan generasi literasi, menyalurkan karya melalui tulisan sehingga lahir penulis muda yang dapat berkompetensi dalam kepenulisan. Dalam kelas menulis ini, banyak siswa/siswi MTs N 1 Banjarnegara yang sudah menerbitkan buku antologi, salah satunya buku berjudul Fyped, Escape, Sense, serta Demote.

Nurwachidin menyampaikan bahwa MTs N 1 Banjarnegara siap melakukan pembelajaran daring seandainya tahun ajaran depan masih belum bisa tatap muka langsung, karena setiap guru sudah memiliki kemampuan membuat media pembelajaran, ujarnya. (Risky/mnh)