Ngabuburit Berfaedah: Menjemput Berkah Nuzulul Qur’an Bersama KUA Pagentan

Banjarnegara (Humas) – Suasana sejuk Dusun Tedunan, Desa Pagentan, mendadak terasa lebih hangat pada Kamis siang (5/3/2026). Sambil menunggu waktu berbuka, sebanyak 32 jamaah Majelis Taklim (MT) Baitul Na’im berkumpul di Gedung TPQ Baitul Na’im untuk mengikuti agenda bimbingan penyuluhan agama yang spesial.

Hadir sebagai narasumber, M. Syaiful Abidin, penyuluh agama Islam dari KUA Pagentan yang dikenal dengan gaya bicaranya yang luwes dan merakyat. Kali ini, Syaiful membawakan tema yang sangat relate dengan suasana bulan suci, yakni “Ramadan dan Nuzulul Qur’an”.

Dalam penyuluhannya, Syaiful tidak hanya berceramah satu arah. Ia mengajak para jamaah berdialog tentang bagaimana menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar pajangan di rak lemari, tapi sebagai pedoman harian, terutama di momen peringatan turunnya wahyu pertama tersebut.

“Ramadan itu ibarat ‘camp pelatihan’ buat kita semua. Dan Nuzulul Qur’an adalah pengingat bahwa kita punya manual book alias panduan hidup yang luar biasa. Jangan sampai puas cuma khatam bacaannya saja, tapi ayo kita coba cicil memahami artinya supaya hidup kita nggak kehilangan arah,” ujar Syaiful Abidin di sela-sela materinya.

Ia juga menekankan bahwa meningkatkan intensitas interaksi dengan Al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda, sekaligus menjadi sarana pembersihan jiwa.

Meski sedang menjalankan ibadah puasa, para jamaah yang didominasi oleh ibu-ibu ini tampak sangat antusias. Tak jarang gelak tawa pecah saat Syaiful menyisipkan guyonan segar khas warga lokal agar materi tidak terasa membosankan.

Ketua MT Baitul Na’im Tedunan, Sutinah, mengaku sangat bersyukur dengan kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat dinantikan untuk menambah asupan rohani warga di tengah kesibukan sehari-hari.

“Kami senang sekali Pak Syaiful mau datang langsung ke Tedunan. Penjelasannya enak didengar dan gampang masuk ke hati. Dengan adanya penyuluhan ini, ibu-ibu di sini jadi lebih semangat buat tadarus dan memperbaiki bacaan Qur’annya selama sisa Ramadan ini,” ungkap Sutinah dengan wajah sumringah.Acara yang berlangsung gayeng ini ditutup dengan doa bersama, berharap agar sisa hari di bulan Ramadan tahun 2026 ini membawa perubahan positif bagi seluruh warga Desa Pagentan. (msa/azd)