Penyuluh Agama Islam Hadiri Pengajian Rutin Aisyiyah Cabang Pandanarum: Perkuat Kesadaran Memanfaatkan Waktu Lewat Tadabbur Surat Al-‘Asr

Banjarnegara (Humas) –Pengajian rutin Aisyiyah Cabang Pandanarum kembali digelar dengan penuh semangat dan antusiasme dari para anggotanya. Bertempat di ruang kelas MI Muhammadiyah Getas, kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai ranting Aisyiyah se-Kecamatan Pandanarum. (19/9)

Peserta yang hadir mayoritas merupakan perempuan paruh baya yang selama ini menjadi penggerak dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungannya masing-masing. Mereka hadir dengan penuh semangat, meski acara dilaksanakan di tengah aktivitas harian yang padat.

Acara ini turut dihadiri oleh Suprihatin, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum. Kehadirannya memberikan nilai tambah tersendiri dalam pengajian, mengingat perannya sebagai pendamping masyarakat dalam penguatan nilai-nilai keagamaan di tingkat akar rumput.

Pada kesempatan tersebut, tema yang diangkat adalah “Memanfaatkan Waktu Luang Berdasarkan Surat Al-‘Asr”. Tema ini dipilih sebagai refleksi atas pentingnya waktu dalam kehidupan seorang Muslim, serta sebagai pengingat agar tidak menyia-nyiakan waktu luang yang Allah berikan.

Dalam pemaparannya, Suprihatin menyampaikan bahwa Surat Al-‘Asr merupakan salah satu surat pendek yang sangat padat makna dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa Allah SWT dalam surat tersebut bersumpah atas nama waktu — yang menunjukkan betapa penting dan berharganya waktu dalam kehidupan manusia.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran,” demikian kutipan dari Surat Al-‘Asr yang menjadi dasar pembahasan dalam pengajian tersebut.

Suprihatin mengajak seluruh peserta untuk menjadikan waktu sebagai investasi akhirat, bukan sekadar rutinitas duniawi. Ia juga menekankan pentingnya mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, baik dalam lingkup pribadi, keluarga, maupun sosial kemasyarakatan.

Selain sebagai ajang kajian keagamaan, pengajian rutin ini juga menjadi media silaturahmi dan konsolidasi antaranggota Aisyiyah di tingkat cabang dan ranting. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sepanjang acara berlangsung.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan singkat dari pengurus cabang Aisyiyah, dan dilanjutkan dengan inti pengajian. Sesi tanya jawab juga dimanfaatkan oleh peserta untuk menyampaikan pertanyaan seputar manajemen waktu, peran perempuan dalam dakwah, dan keseharian dalam rumah tangga Islami.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar peserta. Suasana kekeluargaan dan semangat ukhuwah Islamiyah sangat terasa, menunjukkan bahwa pengajian bukan sekadar rutinitas, tetapi juga ruang pembinaan spiritual dan penguatan kapasitas perempuan Muslimah dalam menjalankan peran sosial keagamaannya. (ev, azd)

Skip to content