Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja Ajak Jemaah Memahami Nilai-Nilai Istingadah

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja Dian Setiadi memberikan penyuluhan keagamaan kepada jemaah Majelis Taklim Annisaul Jannah, Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penyuluh dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Dian Setiadi menyampaikan materi tentang istingadah. Materi disampaikan secara komunikatif dengan mengajak jemaah memahami makna, tujuan, serta pentingnya penerapan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Dian menjelaskan bahwa istingadah merupakan upaya untuk membangun keteguhan dan kekuatan diri dalam menjalankan kebaikan serta menghadapi berbagai keadaan dalam kehidupan. Nilai yang terkandung di dalamnya mengajarkan agar seseorang senantiasa memiliki keteguhan hati, kesabaran, dan kesungguhan dalam menjalankan ajaran agama.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting karena kehidupan masyarakat tidak terlepas dari berbagai tantangan, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial. Nilai-nilai istingadah dapat diterapkan dengan membiasakan diri bersikap sabar ketika menghadapi persoalan, tetap berpegang pada ajaran agama, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta berusaha konsisten dalam melakukan kebaikan.

“Penyuluhan di majelis taklim diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi saja, tetapi dapat memberikan manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dian.

Dian menambahkan bahwa tujuan mempelajari nilai-nilai tersebut bukan hanya untuk menambah pengetahuan keagamaan, tetapi juga mendorong jemaah agar mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Keteguhan dalam beragama diharapkan dapat tercermin melalui perilaku yang baik, kesabaran dalam menghadapi persoalan, serta kepedulian terhadap keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan majelis taklim memiliki peran penting dalam membangun lingkungan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan keagamaan. Interaksi antara penyuluh dan jemaah juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dian menambahkan bahwa jemaah diharapkan dapat mengikuti kegiatan pengajian secara berkelanjutan. Dengan mengikuti pembinaan secara rutin, pengetahuan keagamaan dapat terus berkembang dan menjadi bekal dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

“Semoga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan menjadi tambahan bekal bagi jemaah untuk meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” lanjutnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Para jemaah mengikuti penyampaian materi dengan baik serta mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai materi yang dibahas.

Majelis Taklim Annisaul Jannah menjadi salah satu ruang pembinaan keagamaan masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus mempererat silaturahmi antarsesama jemaah. Melalui kegiatan seperti ini, penyuluh agama diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dengan memberikan edukasi keagamaan yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan jemaah.

Kegiatan penyuluhan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen KUA Kecamatan Mandiraja dalam menjalankan fungsi bimbingan dan penerangan agama Islam melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. 

(m/azd)