Dari Sudut Ruang Belajar Menuju Dunia Imajinasi: Kelas 5 MIFABARA Seru Belajar Majas

Banjarnegara – Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 5 MIFABARA berlangsung dengan cara yang berbeda dan penuh keceriaan. Kali ini, siswa diajak mengenal dan membedakan tiga jenis majas, yaitu metafora, personifikasi, dan hiperbola, melalui permainan interaktif yang menggabungkan gerak, berpikir, dan keberanian menjawab.(24/9)

Kegiatan dikemas dalam permainan “Tebak Majas: Bergerak, Berpikir, Menjawab!”. Guru menyiapkan tiga sudut kelas yang masing-masing diberi nama Metafora, Personifikasi, dan Hiperbola. Ketika sebuah kalimat dibacakan, siswa harus menyimak, berpikir cepat, kemudian bergerak menuju sudut yang sesuai dengan jenis majas pada kalimat tersebut.

Tidak berhenti pada memilih jawaban, setiap jenis majas juga memiliki gerakan khas. Siswa melakukan gerakan tertentu setelah menentukan jawabannya. Aktivitas tersebut membuat konsep yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret dan mudah diingat.

Guru kelas 5 MIFABARA menyampaikan bahwa permainan tersebut dirancang agar siswa tidak sekadar menghafal pengertian majas, tetapi mampu mengenalinya melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin anak-anak memahami majas dengan cara yang dekat dengan dunia mereka. Ketika mereka bergerak, berdiskusi, lalu menentukan jawaban sendiri, proses belajarnya menjadi lebih bermakna,” ungkapnya.

Permainan kemudian dilanjutkan dengan “Babak Jebakan Majas”, yaitu guru memberikan kalimat-kalimat yang lebih menantang. Siswa tidak hanya dituntut memilih jawaban, tetapi juga harus mampu menjelaskan alasan di balik pilihannya.

Menariknya, pada babak “Guru vs Murid”, guru sesekali sengaja memilih jawaban yang salah. Siswa pun ditantang untuk berani mengoreksi dan menjelaskan letak kesalahannya. Momen tersebut menciptakan suasana belajar yang penuh tawa sekaligus melatih keberanian dan kemampuan berpikir kritis.

Kepala MIFABARA,  mengapresiasi kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

“Anak-anak akan lebih mudah memahami pelajaran ketika mereka terlibat langsung dalam prosesnya. Kreativitas dalam pembelajaran seperti ini menjadi bagian penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, dan kecintaan anak terhadap ilmu,” tuturnya.

Pembelajaran majas di kelas 5 MIFABARA akhirnya bukan sekadar tentang mengenal istilah metafora, personifikasi, dan hiperbola. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berpikir cepat, bekerja sama, berani berpendapat, dan menikmati proses belajar.

karena di kelas yang menyenangkan, sebuah kalimat tidak hanya dibaca tetapi dapat bergerak, berbicara, dan hidup dalam imajinasi anak-anak.(nas)