KKG MI Kabupaten Banjarnegara Mantapkan Mutu Asesmen melalui Workshop Penyusunan Naskah ASAS

Banjarnegara – Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG MI) Kabupaten Banjarnegara terus memperkuat kapasitas guru dalam menghadirkan asesmen yang berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Penyusunan Naskah Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) yang diselenggarakan dan difasilitasi oleh KKMI Kabupaten Banjarnegara. (21/9)

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Karyono, bersama Kasi Pendidikan Madrasah, M. Subhan, serta jajaran pengurus KKMI, KKG dan guru MI Kabupaten Banjarnegara.

Mengawali kegiatan, Ketua KKMI Kabupaten Banjarnegara, Suharno, menyampaikan laporan pelaksanaan workshop. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan persepsi sekaligus memberdayakan KKG MI Kabupaten Banjarnegara, khususnya dalam menyiapkan naskah asesmen yang sesuai dengan arah kebijakan pembelajaran di madrasah.

Plt.Kepala Kemenag, Karyono dalam sambutannya memberikan dukungan terhadap langkah peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan asesmen. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan di madrasah tidak terlepas dari kualitas evaluasi yang diberikan kepada peserta didik.

Ia berharap asesmen yang disusun guru tidak sekadar mengukur kemampuan mengingat, tetapi juga mampu melatih peserta didik menghadapi persoalan yang membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).

“Dengan asesmen yang berkualitas, anak-anak akan terbiasa menghadapi soal-soal HOTS, sehingga kemampuan berpikir kritis mereka semakin terlatih. Ini menjadi bekal penting, termasuk ketika mereka mengikuti berbagai ajang lomba dan olimpiade,” arahannya.

Senada dengan hal tersebut, M. Subhan dalam pembinaannya menekankan pentingnya integritas bagi setiap guru yang dipercaya menjadi penulis naskah. Menurutnya, penulis soal harus memiliki tanggung jawab akademik dan moral karena naskah yang disusun menjadi bagian dari proses pengukuran capaian belajar peserta didik.

Ia juga menegaskan bahwa fungsi asesmen bukan hanya menilai peserta didik, tetapi menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai komponen pembelajaran. Dalam konteks madrasah, Subhan mengingatkan pentingnya menghadirkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembelajaran.

“KBC itu adalah ruh dari ilmu tersebut,” tegasnya, mengingatkan bahwa proses pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai.

Memasuki acara inti, Sugeng Priyanto selaku Ketua KKG MI Kabupaten Banjarnegara sekaligus narasumber utama mengajak peserta mendalami teknik penyusunan soal secara sistematis. Ia memaparkan secara detail prinsip dan langkah menyusun soal yang baik, benar, dan berkualitas, mulai dari kesesuaian dengan tujuan pembelajaran hingga karakteristik soal yang mampu mengukur kemampuan peserta didik secara tepat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penentuan teknik penulisan soal.

Melalui workshop ini, KKG MI Kabupaten Banjarnegara meneguhkan kembali peran strategis guru sebagai pendidik sekaligus perancang asesmen.(nas)