Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan Ingatkan Urgensi Sya’ban sebagai Bulan Laporan Amal di Masjid At-Taufiq

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taufiq, Dusun Sumberan, Desa Metawana, pada pelaksanaan ibadah shalat Jumat pekan ini (23/1/2026). Hadir sebagai khatib sekaligus imam, M. Syaiful Abidin, yang merupakan Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan.

Dihadapan sekitar 60an jamaah yang memadati ruang utama masjid, Syaiful membawakan khotbah mendalam bertajuk “Bulan Sya’ban: Laporan Tahunan Amal Manusia.” Dalam paparannya, ia menekankan bahwa Sya’ban bukan sekadar bulan transisi menuju Ramadhan, melainkan momentum krusial di mana catatan amal perbuatan manusia selama setahun penuh diangkat ke hadapan Allah Swt.

M. Syaiful Abidin menjelaskan bahwa Rasulullah saw sangat gemar berpuasa di bulan ini justru karena alasan administratif ukhrawi tersebut. Ia mengajak jamaah untuk melakukan audit diri (muhasabah) sebelum memasuki bulan suci.

“Bulan Sya’ban adalah waktu di mana rapot amal kita diserahkan kepada Sang Khalik. Alangkah indahnya jika saat laporan itu disampaikan, kita sedang berada dalam kondisi ketaatan, baik melalui puasa sunnah, istighfar, maupun mempererat silaturahmi. Jangan sampai kita lalai karena terhimpit di antara Rajab dan Ramadhan,” ujar M. Syaiful Abidin dalam pesan penutup khotbahnya.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari tokoh masyarakat setempat. Sidi Suherman, yang menjabat sebagai Kepala Desa Metawana sekaligus Pengurus Takmir Masjid At-Taufiq, menyambut baik kehadiran penyuluh agama secara langsung di tengah masyarakat dusun. Menurutnya, bimbingan keagamaan yang terjadwal seperti ini sangat membantu meningkatkan pemahaman spiritual warga Desa Metawana.

“Kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan memberikan warna baru dan pencerahan yang segar bagi warga kami di Dusun Sumberan. Penjelasan mengenai makna Sya’ban sebagai bulan laporan amal ini menjadi pengingat penting agar masyarakat lebih siap secara mental dan spiritual menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari,” ungkap Sidi Suherman.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi seluruh warga desa. Kehadiran penyuluh agama di masjid-masjid pelosok diharapkan terus konsisten dilakukan untuk menjaga kerukunan serta memperkuat fondasi keagamaan di tingkat akar rumput. 

(msa/azd)