Penyuluh Agama Islam Mandiraja Perkuat Spiritualitas Jamaah An-Nur Kaliwungu Lewat Kajian Istighfar dan Wirid Al-Qur’an

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja kembali melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui pengajian di Majelis Taklim An-Nur Kaliwungu pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA Mandiraja dalam meningkatkan kesadaran beragama dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja, Dian Setiadi, menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga amalan harian, khususnya istighfar, doa, dan wirid Al-Qur’an sebagai fondasi kehidupan seorang muslim. Materi yang disampaikan mengacu pada kitab Al-Mawa’idzh al-Ushfuriyyah dan Wasiatul Musthofa yang sarat dengan pesan moral dan spiritual.

Dalam pemaparannya, Dian menekankan bahwa istighfar memiliki peran besar dalam kehidupan seorang muslim. “Melalui istighfar, seorang hamba tidak hanya memohon ampun, tetapi juga membangun benteng spiritual yang melindungi dirinya dari berbagai keburukan serta membuka jalan keluar dari setiap kesulitan,” jelasnya di hadapan jamaah.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya adab dalam berdoa serta memanfaatkan waktu-waktu mustajab, seperti di antara adzan dan iqamah. Menurutnya, doa merupakan inti ibadah yang memiliki kekuatan luar biasa dalam kehidupan manusia. “KUA Mandiraja terus mendorong masyarakat untuk membiasakan doa dalam setiap aktivitas, karena doa adalah kekuatan yang dapat mengubah keadaan menjadi lebih baik,” tambahnya.

Tidak hanya itu, pembinaan juga difokuskan pada peningkatan kedekatan dengan Al-Qur’an melalui amalan wirid. Dian menyampaikan keutamaan membaca Surat Yasin dan Surat Al-Mulk sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan dan perlindungan diri. Ia menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an harus diiringi dengan pemahaman dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pengasuh Majelis Taklim An-Nur, Slamet, yang mengapresiasi kehadiran penyuluh KUA Mandiraja dalam memberikan pembinaan langsung kepada jamaah. “Kami sangat bersyukur atas kehadiran penyuluh KUA Mandiraja yang terus membimbing jamaah kami. Semoga ilmu yang disampaikan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, KUA Mandiraja berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam pembinaan keagamaan, serta mampu membentuk masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki ketahanan spiritual yang kuat.

Skip to content