Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja kembali melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan di Majelis Taklim An-Nur, Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja. Kegiatan kali ini mengangkat tema “Fadilah Dawaimul Wudhu” atau keutamaan menjaga wudhu secara terus-menerus. (29/10)
Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Dian Setiadi, Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja, yang memaparkan pentingnya menjaga kesucian diri dengan selalu berwudhu dalam keseharian.
“Wudhu bukan hanya syarat sah shalat, tetapi juga menjadi sumber ketenangan hati dan penjaga diri dari maksiat. Rasulullah saw., bersabda bahwa siapa yang berwudhu dengan sempurna, dosa-dosanya akan berguguran hingga keluar dari bawah kukunya,” ujar Dian Setiadi dalam penyampaian materinya.

Kegiatan yang dihadiri oleh jamaah Majelis Taklim An-Nur ini berlangsung khidmat dan interaktif. Para jamaah tampak antusias mengikuti penjelasan, disertai sesi tanya jawab seputar praktik menjaga wudhu di tengah kesibukan sehari-hari.
Kepala KUA Mandiraja, dalam testimoninya, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan penyuluhan semacam ini. Penyuluh Agama Islam adalah ujung tombak pembinaan umat di tingkat bawah. Materi seperti dawaimul wudhu sangat relevan untuk menumbuhkan kesadaran spiritual dan kebersihan diri umat Islam,” ungkapnya.
Sementara itu, Dian Setiadi menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan berkelanjutan di lingkungan majelis taklim.
“Kami ingin menghidupkan semangat dakwah yang menyejukkan. Wudhu yang terjaga bukan hanya ibadah lahiriah, tetapi juga bentuk dzikir diam yang menjaga hati dari hal-hal negatif,” ujarnya.
Ketua Majelis Taklim An-Nur, Turyati, turut memberikan kesan dan harapan.
“Kami sangat bersyukur atas pembinaan dari KUA Mandiraja. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan menambah semangat jamaah untuk lebih istiqamah menjaga wudhu. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan,” tutur Turyati.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pesan untuk terus memperkuat kebersamaan antara penyuluh agama dan masyarakat melalui kegiatan majelis taklim yang rutin dan berkelanjutan.
(F/ azd)







