Penyuluh Agama Islam se-Banjarnegara Lakukan Pendampingan Terjadwal bagi Pengungsi Longsor di Posko 1 GOR Beji Pandanarum

Banjarnegara (Humas) — Upaya penguatan mental dan spiritual bagi warga terdampak bencana tanah longsor terus dilakukan jajaran penyuluh agama Islam se-Kabupaten Banjarnegara. Pada Minggu malam (23/11), kegiatan doa bersama dan pendampingan kerohanian kembali dilaksanakan di Masjid Posko 1 GOR Beji, Pandanarum, yang menampung pengungsi dari Dukuh Situkung. Kegiatan berlangsung pukul 19.30–21.00 WIB dalam suasana penuh haru dan kebersamaan.

Kehadiran para penyuluh agama Islam ini merupakan bagian dari program pendampingan terjadwal yang dikoordinasikan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Setiap kecamatan mengirimkan penyuluh secara bergilir untuk memberikan penguatan spiritual kepada masyarakat yang berada dalam situasi darurat bencana.

Tujuan Pendampingan

Program pendampingan keagamaan ini bertujuan untuk:

  1. Memberikan ketenangan batin bagi para pengungsi yang mengalami trauma dan tekanan psikologis akibat bencana.
  2. Menghadirkan layanan keagamaan langsung di posko sebagai bentuk kehadiran negara melalui Kementerian Agama.
  3. Menguatkan nilai kebersamaan, kesabaran, dan tawakal sehingga warga memiliki keteguhan mental selama masa pemulihan.
  4. Mendampingi ibadah dan kebutuhan rohani pengungsi melalui doa bersama, konsultasi rohani, dan dukungan sosial.
  5. Memastikan koordinasi antarpenyuluh se-Kabupaten Banjarnegara berjalan terstruktur sehingga layanan tidak terputus selama masa tanggap darurat.
Tokoh KUA Berikan Motivasi

Dalam kegiatan tersebut hadir tiga tokoh dari KUA yang memberikan testimoni, arahan, dan motivasi keagamaan kepada para pengungsi, yaitu:

  • Musobihin, Kepala KUA Mandiraja
  • Mutholib, Kepala KUA Pandanarum sekaligus penanggung jawab posko layanan keagamaan
  • Hendriyanto, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja

Mereka menegaskan pentingnya pendampingan spiritual untuk memperkuat mental warga terdampak bencana, karena musibah tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik tetapi juga meninggalkan luka psikis. Para tokoh mengajak warga untuk tetap optimis, saling menguatkan, dan meyakini bahwa setiap ujian membawa hikmah serta pertolongan dari Allah SWT.

Suasana Kegiatan Penuh Keakraban

Doa bersama berlangsung khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan munajat untuk keselamatan warga Situkung. Para penyuluh juga menyampaikan tausiyah singkat tentang kesabaran dan semangat bangkit dari musibah.

Sejumlah warga pengungsi menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bimbingan yang diberikan. Mereka mengaku lebih tenang karena kehadiran penyuluh agama tidak hanya bersifat formal, tetapi benar-benar menjadi penguat batin di tengah kondisi sulit.

Pendampingan Berlanjut

Pendampingan keagamaan akan terus dilakukan oleh penyuluh agama Islam se-Kabupaten Banjarnegara hingga masa darurat dinyatakan selesai. Melalui pola rotasi, layanan rohani akan tetap hadir setiap hari dalam bentuk doa bersama, konsultasi keagamaan, maupun penguatan moral bagi pengungsi.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat terdampak bencana dapat menghadapi ujian dengan lebih tabah, optimis, dan bersemangat untuk bangkit kembali.

Skip to content