Penyuluh Agama Pandanarum Ajak Santri TPQ Al Fatah Kendilwesi Rajin Beribadah Sejak Dini

Banjarnegara (Humas) – Sudarno selaku Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Pandanarum melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di Taman Pengajian Anak (TPQ) Al Fatah Kendilwesi Desa Lawen. Kegiatan yang dilaksanakan di gedung TPQ tersebut diikuti oleh 26 santriwan dan santriwati dengan suasana belajar yang penuh semangat dan keceriaan. (20/5/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Sudarno memberikan bimbingan baca tulis Al-Qur’an kepada para santri sekaligus menyampaikan materi tentang manfaat rajin beribadah sejak usia dini. Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang terbiasa rajin salat, mengaji, dan berdoa akan memiliki hati yang lebih tenang, sikap yang baik, serta lebih mudah menghormati orang tua dan guru.

Dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, Sudarno menyampaikan bahwa ibadah tidak hanya dilakukan karena kewajiban, tetapi juga membawa banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak para santri untuk membiasakan diri menjalankan salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, dan membantu orang tua di rumah sebagai bentuk pengamalan ajaran agama.

“Kalau anak-anak rajin beribadah sejak kecil, insyaAllah akan tumbuh menjadi pribadi yang baik, sopan, dan mudah meraih cita-cita. Ibadah juga membuat hati lebih tenang dan hidup lebih teratur,” ujar Sudarno saat memberikan materi kepada para santri.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para santri tampak antusias mengikuti jalannya pembelajaran, terutama saat membaca Al-Qur’an secara bergiliran di hadapan penyuluh. Sudarno juga dengan sabar membetulkan bacaan para santri serta memberikan motivasi agar mereka tidak mudah menyerah dalam belajar mengaji.

Selain itu, para santri terlihat aktif menjawab pertanyaan yang diberikan seputar kebiasaan ibadah sehari-hari. Beberapa anak bahkan mengaku mulai terbiasa salat berjamaah dan mengaji bersama keluarga di rumah.

Ulin Nuha selaku salah satu santriwan TPQ Al Fatah mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan tambahan ilmu agama dan motivasi untuk lebih rajin beribadah.

“Tadi diajari manfaat rajin ibadah dan mengaji. Jadi ingin lebih rajin salat, mengaji, dan membantu orang tua di rumah,” ungkap Ulin Nuha dengan polos.

Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut diharapkan para santri semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sekaligus membiasakan diri rajin beribadah sejak usia dini sebagai bekal kehidupan di masa depan. 

(ev/azd)

Skip to content