Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Nasirin, bersama rekan penyuluh yang lain, pada Kamis (30/10/2025) pukul 13.00–15.00 WIB, melaksanakan kegiatan Kepenyuluhan dan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi pengurus Masjid Al Firdaus, Dusun Sagem, Desa Tlagawera.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta, terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada masyarakat tentang tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pemulasaraan jenazah sebagai kewajiban Fardhu Kifayah yang perlu dikuasai oleh setiap umat Muslim.
Dalam pemaparannya, Nasirin menjelaskan secara rinci mengenai hukum, adab, serta perbedaan tata cara pemulasaraan jenazah laki-laki dan perempuan.
“Pemahaman dan kemandirian dalam mengurus jenazah sangat penting. Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader di setiap lingkungan RT dan RW yang siap membantu saat dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Gunawan, Lurah Tlagawera, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif KUA Banjarnegara.
“Kemandirian masyarakat dalam mengurus jenazah sangat mendesak. SDM yang memahami tata cara ini masih terbatas. Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal pembentukan tim pemulasaraan jenazah di setiap wilayah,” ungkapnya.
Kegiatan juga mendapat dukungan dari Ferry Febrianto, Sekretaris Desa Tlagawera, yang hadir mewakili Kepala Desa.
“Pelatihan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai warga takut atau enggan mengurus jenazah. Justru harus berani dan siap membantu sesama,” tuturnya.
Pada sesi praktik, peserta dibagi menjadi kelompok laki-laki dan perempuan untuk melakukan simulasi memandikan dan mengafani jenazah menggunakan manekin, serta latihan menyalatkan jenazah secara langsung dipandu narasumber.
Salah seorang peserta, Mutohar, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Sekarang saya lebih paham detail langkah-langkahnya, termasuk menjaga aurat dan kebersihan jenazah,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta serta komitmen bersama untuk membentuk Tim Amil Jenazah di tingkat lingkungan. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan semakin siap dan mandiri dalam melaksanakan kewajiban Fardhu Kifayah secara benar dan sesuai tuntunan syariat Islam.







